Benar-benar berlawanan dengan perintah Nabi shallallahu ‘alaighi wa sallam. Masa’ Said Aqil Siradj pemimpin NU (Nahdlatul Ulama) ajak mewaspadai orang berjenggot.Seperti diberitakan tempo.co, Said Aqil Siradj meminta warga nahdliyin untuk mewaspadai organisasi transinternasional yang sangat berbahaya bagi NKRI. Salah satu ciri pengikut organisasi transinternasional yaitu dengan berjanggut.“Ciri (orangnya) yang berjanggut-janggut itu,” tegas KH Said Aqil Siradj di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (07/02).Karena Siradj tidak menunjuk langsung kelompok yang dimaksud, namun menunjuk ciri orangnya yang berjanggut-janggut, maka tentu saja menjadikan tudingannya itu sama dengan mengarah kepada siapa saja yang berjanggut atau berjenggot. Padahal memelihara jenggot itu justru mentaati perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana hadits-hadits berikut ini.Perintah Nabi Agar Memelihara JenggotHadits pertama, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)Hadits kedua, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى
“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)Hadits ketiga, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.
“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624)Hadits keempat, dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ
“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 626)Hadits kelima, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Bukhari no. 5893)Hadits keenam, dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
“Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.” (HR. Bukhari no. 5892)Ulama besar Syafi’iyyah, An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Kesimpulannya ada lima riwayat yang menggunakan lafazh,أَعْفُوا وَأَوْفُوا وَأَرْخُوا وَأَرْجُوا وَوَفِّرُوا
Semua lafazh tersebut bermakna membiarkan jenggot tersebut sebagaimana adanya.” (Lihat Syarh An Nawawi ‘alam Muslim, 1/416, Mawqi’ Al Islam-Maktabah Syamilah 5)
***
Berikut ini reaksi atas ucapan Siradj, berita ucapan Siradj.
itoday - Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath mengecam pernyataan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj, yang meminta warga NU mewaspadai Muslim berjanggut.
“Said Aqil kok bahas janggut? Kalau ajaran transinternasional itu ajaran Nabi Muhammad, berarti harus dijalankan. Misalnya shalat, haji, atau puasa, itu ajaran transinternasional yang harus dijalankan,” tegas Al Khaththath kepada itoday(08/02).Menurut Al Kaththath, tidak seharusnya Said Aqil menuding pihak-pihak yang sebenarnya meneladani Nabi Muhammad sebagai kelompok yang membahayakan NKRI. “Said Aqil ngawur. Saya heran mengapa ada kiai yang menolak ajaran transinternasional. Memang yang bersangkutan tidak shalat, puasa atau haji? Ibadah ibadah itu juga ajaran transinternasional,” tegas Al Khaththath.Diberitakan sebelumnya, Said Aqil Siradj meminta warga nahdliyin untuk mewaspadai organisasi transinternasional yang sangat berbahaya bagi NKRI. Salah satu ciri pengikut organisasi transinternasional yaitu dengan berjanggut.“Ciri (orangnya) yang berjanggut-janggut itu,” tegas KH Said Aqil Siradj di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (07/02).Reporter: Achsin/ Friday, 08 February 2013 17:14 F. HadiatmodjoRead more about Ngawur by Www.Itoday.Co.Id
***
NU Anggap Islam Transinternasional Ancam NKRITEMPO.CO, Purwakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Agil Siradj menengarai adanya gerakan dari organisasi Islam transinternasional yang membahayakan keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Ciri (orangnya) yang berjanggut-janggut itu,” kata Agil saat ditemui Tempo seusai berceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis, 7 Februari 2013.Namun, dia tak mau menyebutkan secara eksplisit nama-nama organisasi Islam transinternasional yang bergerak di Indonesia itu. Agil hanya menyebutkan, ciri-ciri orang yang bergerak dalam organisasi itu selalu ingin mengidentikkan Islam dengan Arab. “Pengertian itu jelas keliru,” ujar kiai yang dekat dengan almarhum Gus Dur ini.Agil menegaskan, mayoritas umat Islam di Indonesia, terutama jamiah Nahdlatul Ulama yang beranggotakan 60 juta orang, tidak tertarik sama sekali dengan gerakan Islam transinternasional itu. Sebaliknya, NU senantiasa akan memagari NKRI dari segala rongrongan aliran keagamaan yang tidak sesuai dengan asas Ahlusunnah-waljamaah.Agil juga menyatakan ketidaksetujuannya jika Islam dijadikan ideologi politik. “(Islam) tidak usah dijadikan ideologi poitik,” ucapnya. Jika Islam dijadikan ideologi politik, suatu ketika akan berdampak negatif. “Contohnya, ada pimpinan partai Islam ditangkap KPK, kan jadi memalukan Islam,” ujarnya.
NANANG SUTISNA
Sumber : http://nahimunkar.com/nabi-perintahkan-piara-jenggot-said-aqil-siradj-justru-suruh-mewaspadai-muslim-berjenggot/