Kultwit oleh @CumiCola
pada 17 Oktober 2012
Dear tweeps, melanjutkan seri kultwit ttg aliran2 sesat, mk hari ini saya akan kultwit ttg aliran sesat Lembaga Dakwah Islam Indonesia #LDII
Aliran ini pd awalnya hanya berupa pengajian kecil yg diprakarsai & dibina oleh Nurhasan pd tahun 1941 di kecamatan Purwoasri, Kediri #LDII
Nama asli Nurhasan adalah Madigol. Ia berganti nama menjadi Nurhasan Ubaidah Lubis Amir sekembalinya dari berhaji pada tahun 1929 #LDII
Lubis di blkg namanya bukan berarti ia keturunan batak, tapi menurut Madigol, Lubis itu adlh singkatan dari Luar Biasa atau "Superman" #LDII
Thn 1930-an Madigol kembali berangkat ke Makkah. Menurut pengakuannya ia belajar Hadits di Madrasah Darul Hadits dekat Masjidil Haram #LDII
KH. Jured Mahfudh dari Persis prnh berkirim surat ke Madrasah Darul Hadits di Makkah menanyakan apa betul Madigol prnh berguru di sana #LDII
Surat beliau dijawab lgsg oleh Imam Masjidil Haram Syaikh Umar Hamdan Abu Syahmi yg menyatakan Madigol tdk pernah terdaftar sbg murid #LDII
Setelah 10 tahun bermukim di Makkah, akhir tahun 1940 Madigol kembali ke tanah air & pada tahun berikutnya ia mulai membuka pengajian #LDII
Ia menamai pengajiannya dgn pengajian Darul Hadits. Orang2 desa yg umumnya awam dlm mslh agama mulai tertarik mengikuti pengajiannya. #LDII
Dlm pengajian itu Madigol selalu fokus pd pengajaran ilmu manqul baik Qur'an maupun Hadits manqul atau disebutnya Qur'an Hadits manqul #LDII
Manqul adlh istilah yg dipakai #LDII sbg pengganti periwayatan (sanad) dlm ilmu Hadits. Misalnya dr si fulan dr si fulin, dr si fulon, dst.
Meneliti manqul atau sanad Hadits dari perawinya hingga ke Rasulullah sdh dilakukan oleh ahli2 Hadits yg kemudian menulis kitab Hadits #LDII
Selanjutnya para Ulama mngambil Hadits dr penulis2 kitab Hadits itu spt Bukhari & Muslim yg mmg trpercaya & sdh diakui kredibilitasnya #LDII
Sdgkn meneliti manqul atau sanad Hadits dari zaman skrg hingga ke para penulis kitab Hadits spt Bukhari & Muslim krg sekali manfaatnya #LDII
Aplg para perawi yg berada dibwh penulis kitab Hadits atau yg meriwayatkan dr mrk tdk semuanya bs diperiksa kredibilitas & biografinya #LDII
Jika Aa Gym misalnya menyebutkan Hadits dari Bukhari & Muslim, apakah perlu & bisa kita memeriksa kredibilitas guru2nya? tentu tidak #LDII
Lebih bermanfaat kita memeriksa apakah Hadits yg beliau sebutkan itu benar2 ada dlm kitab Hadits yg ditulis oleh perawi yg disebutkan #LDII
Namun hal ini tdk berlaku dlm ajaran Madigol. Menurutnya hanya hadits yg berasal dari dia & guru2nya yg brsambung hingga ke Rasulullah #LDII
Sdgkn Hadits2 yg berasal dari, atau diucapkan oleh org selain dirinya dianggap cacat, tdk bisa dipercaya, tdk sah & tdk layak diikuti #LDII
Selain mengajarkan ilmu manqul, Madigol juga mengajarkan ilmu qiroat & ilmu kanuragan (silat) yg mengandung ilmu sihir kpd murid2nya #LDII
Madigol memiliki hobi gonta ganti istri, target kesukaannya adlh janda2 kaya. Selain utk kebutuhan syahwat, jg utk mndapatkan uang mrk #LDII
"Kehebatannya" dlm hal ini dipercaya murid2nya sbg bukti kesaktian ilmu sihirnya sehingga mrk semakin taat & bersemangat berguru pdnya #LDII
Kelak hobinya thdp perempuan ini membawa bencana yg menyebabkan lumpuh stlh berurusan dgn Polisi Militer krn mnyembunyikn anak gds org #LDII
Tahun 1951 seiring dgn bertambahnya pengikutnya, Madigol mendirikan bbp pondok pesantren di Jombang, Kediri & Petojo Sabangan Jakarta #LDII
Tahun 1960 Madigol pergi ke Jakarta & bertemu dgn Wali Al Fatah, org dekat Soekarno yg menjabat sbg Kepala Biro Politik KeMendagri #LDII
Wali Al Fatah adlh pendiri sekaligus pemimpin Jami'atul Muslimin Hizbullah (JMH), organisasi tandingan DI/TII atau #NII Kartosoewirjo #LDII
Soekarno menugaskan Wali Al Fatah mendirikan organisasi ini utk membendung pengaruh #NII Kartosoewirjo & memecah belah umat Islam #LDII
JMH membai'at Wali Al Fatah sbg Imam atau Khalifah dunia thn 1953, menandingi Kartosoewirjo yg dibai'at sbg pemimpin oleh NII thn 1949 #LDII
Dalam pertemuan thn 1960 itu, Wali Al Fatah menggurui Madigol soal kewajiban berbai'at, jama'ah & keamiran, lalu didebat oleh Madigol. #LDII
Berkat kepiawaiannya dlm berdebat ditambah pengaruh jabatan politiknya, Al Fatah berhasil menundukkan Madigol & memaksanya berbai'at. #LDII
Madigol berbai'at kpd Wali Al Fatah & berguru kepadanya. Al Fatah kemudian mengangkat Madigol sbg mubaligh agung & kaki tangannya #LDII
Sejak itu Madigol mengajarkan konsep bai'at, jama'ah & keamiran dari Al Fatah, hingga suatu hari ia tergiur utk mjd Imam spt Al Fatah #LDII
Tahun 1960 ratusan jamaah pengikut Madigol di Desa Gadingmangu menangis2 meminta kesediaan Madigol utk dibai’at sbg Imam atau Amir mrk #LDII
Itu trjd stlh mrk ditakut-takuti Madigol ttg bahaya meninggalkan bai'at & keamiran. Bhwa jk tdk berbai'at mk mrk semua akan msk neraka #LDII
"Jk tdk berbai'at kita semua akan msk neraka. Tp siapa yg ingin mjd amir, kemudian mjd amir maka dia tdk akan mendapat baunya surga." #LDII
Demikian bualan Madigol kpd pengikutnya, mk pecahlah tangis org2 bodoh itu, lalu mrk memohon supaya Madigol bersedia dibai'at sbg Amir #LDII
Dgn licik Madigol berkata, "Kalau semua menginginkan begitu terserahlah, saya sanggupi, tp saksikanlah bhwa saya tdk menginginkannya." #LDII
Berita ini sampai ke telinga Wali Al Fatah, lalu Madigol dipanggilnya ke Jakarta. Madigol mengakui perbuatan itu & bersedia bertobat. #LDII
Madigol dipaksa membuat surat pernyataan tobat tapi ditandatangani dgn tanda silang. Dia berkilah bhwa begitulah bentuk tandatangannya #LDII
Sepulang dr Jakarta Madigol memutuskan utk berpisah dr aliran JMH Al Fatah. Tapi konsep bai'at, jama'ah & keamiran JMH tetap dia pakai #LDII
Madigol lalu mnciptakan doktrin yg 5 yaitu: 1. Manqul, 2. Bai'at, 3. Keamiran jama'ah, 4. Struktur kerajaan jama'ah, 5. Ta'at kpd Amir #LDII
Kedudukan kelima doktrin itu sgt tinggi & wajib mutlak dlm #LDII bhkn mengalahkan Rukun Iman & Rukun Islam. Siapa di luar doktrin itu kafir
Utk menanamkan doktrin tsb kpd para pengikutnya, Madigol menerapkan sistim pengajaran 3 5 4 yg mana 3 = Qur'an, Hadits dan Jama'ah. #LDII
5 = program 5 bab yaitu; 1. Mengaji, 2. Mengamal, 3. Membela, 4. Sambung jama'ah, 5. Ta'at amir. Di dalamnya dilakukan bai'at kpd amir #LDII
4 = tali pengikat iman yg terdiri atas; 1. Syukur kpd amir, 2. Mengagungkan amir, 3. Bersungguh-sungguh (dlm ketaatan) dan 4. Berdo'a. #LDII
Melalui sistim 3 5 4 ini Madigol brsma org2 kepercayaanya berhasil mnciptakan zombi2 hidup yg siap membela #LDII sampai mati dgn cara apapun
Ajaran Darul Hadits atau Islam Jama'ah ini kemudian berkembang ckp pesat bhkn masuk ke tubuh ABRI (RPKAD, Brimob, AURI, Marinir, dll.) #LDII
Terutama krn klmpok ini menerapkan siasat Fathonah, Bithonah, Budiluhur luhuring budi krn Allah. Photocopy siasat Taqiyyah kaum Syi'ah #LDII
Fathonah, Bithonah & Budi Luhur artinya pandai2 menyesuaikan diri (menipu), menyembunyikan kejahatan & tampil seakan2 berakhlak mulia #LDII
Penggalangan dana merupakan aspek yg sangat penting & plg gencar dijalankan pemimpin2 #LDII menyusul penanaman doktrin yg 5 & sistim 3 5 4
Aktifitas penggalangan dana inilah yg umumnya plg dirasakan & meresahkan bagi masyarakat, terutama mrk yg keluarganya terjerumus masuk #LDII
Metode penggalangan dana yg dilakukan yaitu: 1. Infak mutlak wajib, sebesar 10% dari pnghasilan/pendapatan apapun yg diperoleh anggota #LDII
2. Infak pengajian Jum'atan, Ramadhan, Lailatul Qadar, Hari Raya dan hari2 lainnya di mana mrk berkumpul utk memperingati sesuatu. #LDII
3. Infak shadaqah fi sabilillah utk pembangunan pesantren atau masjid & uang sogok/sumbangan guna mengamankan kerajaan Islam Jama'ah #LDII
4. Infak shadaqah Renkean, berupa bahan2 kebutuhan alami bagi sang Imam spt bahan makanan, pakaian, kendaraan, perabot rumah, dsb. #LDII
5. Zakat, hibah, wakaf & pembagian warisan milik anggota #LDII utk kemajuan & kejayaan kerajaan Imam & organisasi2 LDII di seluruh dunia
6. Saham perusahaan, perkebunan, pabrik, real estate, toko, agen perjalanan & bimbingan haji (KBIH), dan usaha2 milik anggota #LDII lainnya
Menurut info yg diperoleh LPPI dari mantan petinggi2 #LDII, setiap bulan tdk kurang dari 3 Milyar diperoleh Abdul Dhohir, Imam LDII saat ini
Sedikitnya ada 20 ajaran pokok #LDII yg sesat & menyimpang jauh dari manhaj Rasulullah shgga menyebabkan mrk keluar dr barisan kaum Muslimin
1. Sumber hukum syari'at Islam ada 3 yaitu: Allah, Rasul & Imam #LDII. Dan sumber hukum dari Imamlah yg plg utama (Allah & Rasul hanya alat)
Pdhl jumhur Ulama sepakat bhw sumber hukum syari'at Islam ada 4; Qur'an, Sunnah, Ijma' & Qiyash. Urutan penyebutan menunjukkan hirarki #LDII
2. Ayat Qur'an & Hadits yg boleh diterima & diamalkan hanyalah yg manqul atau keluar dari mulut Imam. Selain yg itu haram utk diikuti #LDII
3. Haram belajar ilmu Qur'an & Hadits kpd selain Imam atau Amir #LDII trmasuk haram shalat berjama'ah di belakang imam yg bukan anggota LDII
4. Wajib ta'at kpd Imam sekalipun utk melakukan perkara2 maksiat & durhaka kpd Allah. Membangkang kpd Imam berarti kafir & msk neraka. #LDII
5. Orang yg mati dlm keadaan belum berbai'at kpd Imam atau Amir #LDII, maka ia akan mati dlm keadaan jahiliyah atau mati kafir & msk neraka.
#LDII menggunakan senjata Hadits yg berbunyi "Barangsiapa yg mati tanpa bai'at di lehernya, maka matinya spt mati jahiliyyah." (HR. Muslim)
Ibnu Taimiyah dlm Risalah Bai'at mnyatakan bhw keliru jk mengatakan org2 yg tdk berbai'at kpd pemimpin suatu jama'ah matinya jahiliyah #LDII
Ibnu Taimiyah menulis, menurut Imam Ahmad yg dimaksud Imam (pemimpin) dlm Hadits tsb adlh org yg memimpin semua kaum Muslimin. #LDII
Shngga tdk ada dosa/ancaman bg mrk yg tdk berbai'at, krn blm adanya pemimpin yg diakui & membawahi semua kaum Muslimin [Ibnu Taimiyah] #LDII
Kesimpulan tsb berdasarkan Hadits yg mana Nabi menganjurkan Hudzaifah bin Yaman utk meninggalkan semua firqah di saat tdk ada Khalifah #LDII
Dlm Hadits riwayat Bukhari Hudzaifah bertanya kpd Nabi, "Maka bgmn jika mrk -kaum Muslimin- tdk memiliki jama'ah & tdk memiliki imam?" #LDII
"Mk tinggalkan olehmu semua golongan yg ada, meskipun engkau terpaksa menggigit akar pohon, shgga engkau menjumpai kematian," Jwb Nabi #LDII
Menurut Al-Baidhawi kata2 "menggigit akar pohon" itu adlh kiasan utk kondisi beratnya menanggung sakit atau menanggung beratnya zaman #LDII
6. Orang Islam di luar kelompok #LDII adlh kafir & najis, termasuk orgtua sekalipun jika mrk tdk berbai'at & bergabung dgn jama'ah Madigol
7. Krn org2 di luar #LDII adlh kafir & najis mk jk mrk shalat di masjid milik LDII, bekas tempat shalat mrk hrs dicuci krn sdh terkena najis
8. Dosa bisa ditebus kpd Imam (spt ajaran Kristen, red). Besaran tebusan (denda) tergantung besar kecilnya dosa & ditentukan oleh Imam #LDII
9. Anggota jama'ah harus rajin membayar zakat, infaq & shadaqah kpd Imam LDII, hanya kpd Imam #LDII saja. Haram membayarkannya ke pihak lain
10. Harta benda milik org2 diluar #LDII hukumnya halal diambil dg cara apapun spt dicuri, dirampok & dikorup asalkan tdk ketahuan/tertangkap
Jika tertangkap, maka yg keliru itu bukan perbuatan mencurinya tapi kenapa bisa tertangkap. Bukan mencurinya yg dosa tp ketahuannya. #LDII
11. Menipu org2 di luar #LDII sehingga berhasil merampas harta mrk utk kepentingan Imam adlh perbuatan yg mendapat ganjaran pahala yg besar
12. Harta yg dipakai oleh org2 di luar #LDII diibaratkan spt perhiasan yg dipakai seekor macan. Macan adlh binatang yg tdk pantas memakainya
Krn perhiasan itu adanya di leher macan yg buas maka mencurinya harus dgn cara licik spy tdk ketahuan, ditangkap atau diterkam. #LDII
13. Harta yg sdh diberikan kpd Imam baik dlm bentuk zakat, infaq & shadaqah haram hukumnya ditanyakan pembukuan & alokasi pnggunaannya #LDII
Bertanya soal harta yg sudah diberikan kpd Imam berarti tdk ta'at kpd Imam & sama saja seperti perbuatan menelan air ludah sendiri. #LDII
14. Haram membagikan daging kurban atau zakat fitrah kpd org2 di luar #LDII krn mrk itu org2 kafir, tdk layak menerima kurban & zakat fitrah
15. Haram hukumnya & sangat tercela jika anggota #LDII menikah dgn org2 yg bukan anggota LDII. Jika sdh terlanjur menikah maka hrs bercerai
16. Wanita #LDII jika ingin bertamu ke rumah org yg bukan anggota LDII hendaknya pd saat sdg haid yaitu saat mrk dlm keadaan kotor/tdk suci
Karena orang2 non- #LDII itu & rumah mrk adalah najis, jadi layaknya tempat najis didatangi dlm keadaan kotor (bernajis) jg spy tambah najis
17. Jika org2 non- #LDII datang ke rumah anggota LDII, maka tempat duduk yg bekas diduduki mrk harus dicuci bersih spy kembali suci dr najis
18. Semua Ulama di luar #LDII terbagi 4 kategori; 1. Goblok/tolol/dengkek/bleguk/bego, 2. Pengkhianat, 3. Pikun/pelupa, 3. Gabungan 1, 2 & 3
19. Nasehat Imam lbh tnggi derajatnya & berat bobotnya drpd manusia sedunia, mk wajib jama'ah #LDII brsykur kpd Imam yg dgnnya mrk msk surga
20. Sumur keramat di pondok pesantren Kediri bersambung dgn sumur Zamzam di Makkah & sumur ini memiliki berkah yg luar biasa #LDII #Syirik
Masyarakat Jawa Timur resah dgn perkembangan ajaran Darul Hadits shgga pemerintah melalui PAKEM Kejati menerbitkan larangan tahun 1968 #LDII
Utk berkelit dari larangan tsb agar tetap bisa mnjalankan ajarannya Madigol merubah nama alirannya dari Darul Hadits mjd Islam Jama'ah #LDII
Setelah berganti nama, penyebaran ajaran digenjot, walhasil byk artis yg tertarik bergabung ke dlmnya spt Benyamin S, Ida Royani, dll. #LDII
Kelompok sesat ini kembali meresahkan masyarakat aplg stlh kedok ganti namanya terbongkar. Kejagung lalu menerbitkan larangan thn 1971 #LDII
Setelah muncul larangan tsb, Madigol bergerilya menemui pejabat2 pemerintah terutama ABRI utk minta bantuan, tentunya disertai imbalan #LDII
Ali Murtopo yg memang membutuhkan kelompok2 aliran sesat sbg alat utk memberangus gerakan2 Islam menyambut dgn baik permintaan itu #LDII
Bersama Soejono Hoemardani (mertua mantan Gub. DKI Foke) yg merupakan asisten pribadi (aspri) Soeharto, Ali Murtopo menggarap mslh ini #LDII
Soejono Hoemardani, penganut aliran kejawen itu, adlh org yg mengenalkan Soeharto dgn Romo Marto, dukun yg mjd guru spiritual Soeharto #LDII
CSIS, organisasi think tank Soeharto yg bermarkas di Jl. Tanah Abang III itu didirikan oleh Soejono Hoemardani & Ali Murtopo #LDII
Kedua org ini lalu menggerakkan agen2 operasi khusus (opsus)nya yg byk berkeliaran dlm Golkar utk menerbitkan surat sakti bagi Madigol #LDII
Mk terbitlah SK Sekber Golkar No.KEP.2707 & radiogram Pangkopkamtib No. TR 105 thn 1971 yg menetapkan Islam Jama'ah dibina oleh Golkar #LDII
Inilah salah satu imbalan yg diberikan Madigol kpd Ali Murtopo dkk. yaitu mjd pendukung Golkar walaupun bagi mrk org2 Golkar itu kafir #LDII
Setelah brgabung dgn Golkar, atas perintah Ali Murtopo, Madigol merubah nama Islam Jama'ah mjd Lembaga Karyawan Dakwah Islam (LEMKARI) #LDII
Lalu mulailah Ali Murtopo dkk. membina kelompok sesat ini sbg pendukung Golkar sekaligus sbg agen perusak gerakan2 Islam yg anti orba #LDII
Tahun 1972, Madigol mendadak lumpuh stlh dihardik CPM di kantor Polisi Militer Malang akibat terlibat melarikan gadis calon istri org #LDII
Tahun 1974-1979, Madigol yg dijuluki dajjal oleh Ulama2 besar Makkah itu dibawa keluarganya berobat ke Makkah, tapi tdk brhasil sembuh #LDII
13 Maret 1982 mobil Mercy yg ditumpangi Madigol & keluarganya menabrak truk fuso saat berangkat ke Jakarta menghadiri kampanye Golkar #LDII
Madigol yg sdh diazab Allah dgn kelumpuhan mengalami luka2 yg sgt parah. Selepas maghrib dihari yg sama nyawanya dicabut oleh Malaikat #LDII
Tahta Imam/Amir diambil oleh putra tertuanya Abdul Dhohir yg dibai'at dihadapan mayat Madigol sblm Khalifah palsu ini dikirim ke kubur #LDII
Pembai'atan dihadiri oleh sejumlah petinggi #LDII & mrk jg mjd saksi bhw seluruh harta Madigol yg luar biasa byknya itu mjd milik ahli waris
Walaupun telah berganti2 nama, kelompok Islam Jama'ah terus saja melakukan teror thdp umat Islam sehingga masyarakat mengadu ke MUI #LDII
Tahun 1988, atas desakan MUI Jatim dipimpin KH. Misbach, Gubernur Jatim Soelarso membekukan kegiatan LEMKARI aka Islam Jama'ah Madigol #LDII
Golkar tentu saja tdk rela dgn keputusan tsb. krn #LDII merupakan salah satu lumbung penghasil suara & penentu kemenangan mrk dalam pemilu
Sygnya Abdul Dhohir & tmn2nya di Golkar tdk bisa lg minta bantuan Ali Murtopo krn manusia licik satu ini sdh tamat riwayatnya thn 1984 #LDII
November 1990, atas anjuran Rudini sbg Mentri Dalam Negri saat itu, LEMKARI kembali merubah namanya mjd Lembaga Dakwah Islam Indonesia #LDII
Ini sekaligus mjd taktik utk lolos dr SK larangan Gubernur Jatim Soelarso. #LDII lalu membantah dirinya sbg jelmaan dr Islam Jama'ah Madigol
Sejak tahun 1990 hingga hari ini #LDII semakin mahir melakukan siasat Taqiyyahnya trmsk merangkul bbp petinggi MUI & ormas2 bsr Islam spt NU
Padahal #LDII tdk sedikitpun bergeser dari landasan 5 doktrinnya & sistim 3 5 4 yg dianutnya. Hanya saja mrk semakin pintar menutupi hal itu
Wilayah pengaruh #LDII mencakup semua provinsi di Indonesia bahkan sdh merambah ke manca negara spt Singapur, Malaysia, Australia, AS, dll.
Mrk bahkan punya markas merangkap istana Imam di Makkah, Arab Saudi, yg berfungsi sbg pusat kegiatan dakwah selama musim haji & umrah #LDII
Markas tsb terletak di kawasan Ja'fariyyah di blkg lokasi makam Ummul Mukminin Khadijah RA & di kawasan Khut Aziziyyah di dekat Mina. #LDII
Setiap tahun, ribuan anggota mrk trmsk para TKI/TKW berkumpul di tempat2 ini utk mengulang & mengukuhkan sumpah bai'at kpd Imam #LDII
Demikian tweeps, kultwit ttg aliran sesat Lembaga Dakwah Islam Indonesia #LDII yg sebenarnya jauh lebih berbahaya drpd #NII KW IX Al-Zaytun
Krn aliran sesat ini dilegalkan & mjd underbouw partai politik besar di Indonesia sehingga mrk bebas beroperasi melucuti akidah umat #LDII
Sumber dana mrk sangat besar sehingga di berbagai kota, di sepanjang jalan, tweeps akan dapat dgn mudah menemui plang nama markas mrk #LDII
Banyak saudara2 kita yg awam agama terjerumus. Selain akibat miskin akidah & ilmu agama, mrk juga terjerumus akibat miskin materi #LDII
Dari uraian di atas kita jg dapat melihat benang merah hubungan antara aliran sesat #LDII dgn badan intelijen & kelompok anti syari'at Islam
Krn itu jika kita bicara kesesatan #LDII, #Ahmadyah, #Salamullah Lia Eden, dsb. maka org2 dari kelompok anti syari'at Islam pasti meradang
Mrk semua itu bersekutu dgn setan melakukan konspirasi utk menghancurkan ajaran Islam & umatnya. Maka cukuplah Allah sbg penolong kita #LDII
Mari pelihara akidah kita dgn memperdalam pengetahuan & pemahaman agama khususnya utk diri sndri & keluarga, serta umumnya utk msyrkat #LDII
Abdullah Azzam Rahimahullah sang Mujahid pernah berkata, "Penerapan syari'at Islam sangat bergantung pada kemantapan akidah umat." #LDII
Krn akidah yg mantap itulah para sahabat Nabi lgsg melempar gelas2 berisi khamr dari tangan mrk ketika turun ayat larangan meminumnya #LDII
Akidah adlh akar kokoh bg pohon agama. Jika akar2 tsb tdk mnghujam jauh ke dasar bumi mk pohon tsb tdk akan sanggup menahan cabang2nya #LDII
Terima kasih telah mengikuti kultwit saya hari ini, nas 'alullaha as salamah wal 'afiah. #Sekian & sampai jumpa pd kultwit2 berikutnya #LDII
Abuya Nida
Senin, 18 Februari 2013
Kisah terpendam NII dan SM. Kartosoewirjo
kultwit oleh @CumiCola
pada 10 Oktober 2012
Dear tweeps, krn ada byk permintaan maka siang ini saya akan kultwit ttg #NII. Walaupun isu ini tdk sdg heboh tp tetap penting utk diketahui
Bicara soal #NII, kita hanya dapat bersikap adil jika memahami dgn utuh sejarahnya. Bukan hanya dgn melihat sepak terjang NII pada hari ini
Krn #NII hari ini tdk sm dgn NII masa lalu & menghukumi NII masa lalu sbg NII hr ini adlh kesalahan fatal dlm membaca & menyimpulkan sejarah
Berdasarkan periodenya, #NII dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu NII periode SM. Kartosoewirjo (NII SMK) & NII pasca kematian SMK.
NII SMK mengambil masa sejak diproklamirkan berdirinya #NII pd tgl. 7 Agustus 1949, hingga eksekusi mati thdp SM. Kartosoewirjo pd thn 1962
NII SMK ini srg jg disebut sbg generasi awal atau angkatan I #NII (1949-1962). Selanjutnya angkatan II adlh mrk yg msk pd periode 1962-1980
Sedangkan mrk yg msk setelah 1980 hingga hari ini adlh angkatan III yg kesemuanya adlh bagian dari #NII KW IX Abu Toto alias Panji Gumilang
Berdasarkan grs perjuangan, #NII dpt dibagi mjd dua jenis jg, yaitu NII asli yg membawa visi Darul Islam & NII gadungan dgn visi Darul Ahwa
Munculnya #NII gadungan sejak 1976 adlh taktik intelijen utk membusukkan NII SMK & bentuk frustasi atas kegagalan menumpas NII secara total
Taktik ini sbnrnya sdh dimulai di era Soekarno yg kemudian dilanjutkan dgn pengelolaan yg lebih terorganisir & canggih di era Soeharto #NII
Sejauh ini taktik tsb cukup efektif & mmg pembusukan organisasi musuh adlh metode standar yg digunakan badan2 intelijen diseluruh dunia #NII
Di masa skrg ini taktik semacam itu juga kasat mata sdg berlangsung di negara2 boneka atau "binaan" AS dlm konteks War on Terrorism #NII
Sasarannya tentu saja kelompok2 jihad, baik yg autentik maupun yg tdk, yg brpengalaman maupun yg "hijau mentah" yg mjd mainan intelijen #NII
Percaya atau tdk, pembusukan #NII adlh satu paket dgn perang melawan teroris. Misinya adlh menghancurkan keinginan menegakkan syari'at Islam
Supaya org2 Muslim yg awam menganggap penegakkan syari'at Islam atau menjadikan Islam sbg dasar negara adlh tindakan terorisme & makar #NII
Jika upaya org2 liberal menjadikan liberalisme & sekulerisme sbg dasar negara dianggap sah, kenapa giliran umat Islam dianggap makar? #NII
Gerakan #NII SMK secara umum sdh berakhir riwayatnya, terlepas dari masih terdapat sejumlah gerakan dgn nama lain yg membawa semangat serupa
Namun nilai2 perjuangan NII SMK jelas tdk dipelihara & diteruskan oleh NII gadungan, krn mrk sbnrnya adlh sindikat pencemar nama baik #NII
Jika yg dituduh sesat & menyesatkan itu adalah #NII gadungan tsb, maka pendapat ini masih bisa diterima krn didukung oleh banyak fakta
Namun jika NII gadungan tsb disamakan dgn #NII SMK, maka yg demikian adlh pendapat org awam yg tdk mndapat materi pelajaran sejarah yg benar
Adalah ceroboh & keliru besar jk menganggap #NII gadungan spt NII KW IX Al-Zaytun = NII SMK. Aplg memvonis SMK sbg seorg sesat & pengkhianat
Kultwit hari ini belum akan membahas kesesatan #NII gadungan KW IX Al-Zaytun. Tapi akan mengupas terlebih dahulu sejarah & prinsip2 NII asli
Sejarah #NII tdk bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan Sarekat Dagang Islam (SDI) yg didirikan oleh KH. Samanhudi di Solo pada tahun 1905
Oleh Haji Oemar Said Tjokroaminoto (HOST) organisasi dagang ini dikembangkan & dirubah namanya mjd Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912 #NII
HOST membawa SI mjd organisasi perjuangan kemerdekaan berskala nasional yg berbasis Islam & menentang penjajahan Belanda di Indonesia #NII
Ia memiliki gagasan utk membebaskan Indonesia dari penjajahan kaum kafir yg diwakili Belanda & mendirikan Daulah Islamiyah sbg gantinya #NII
Jadi cita2 mendirikan Daulah Islamiyah atau negara Islam ini sdh ada sejak berdirinya SI. SM. Kartosoewirjo hanya melanjutkannya saja #NII
HOST merancang 3 tahap utk mencapai gagasan tsb; Pertama, membebaskan Indonesia dari penjajahan kaum kafir & mendirikan negara yg berdaulat
Kedua, menjadikan Islam sbg dasar negara & mengelola negara sesuai manhaj Islam dgn tetap memperhatikan & melindungi hak2 non-Muslim #NII
Ketiga, membangun Kekhilafahan Islamiyah global yg akan mjd pelindung kaum Muslimin di seluruh dunia dlm menjalankan syari'at2 agamanya #NII
SI merupakan anti tesis dari Boedi Otomo yg membawa misi/ajaran #Freemason, bukan perjuangan kemerdekaan, bersifat regional & kesukuan #NII
Kita tdk akan menemukan selain org Jawa & Madura yg mjd anggota Boedi Oetomo sebaliknya di SI ada org Jawa, Sumatera, Aceh, Maluku, dll #NII
Tdk spt Boedi Oetomo, SI menjadi harapan byk pihak utk mewujudkan Indonesia merdeka & mencapai misi/kepentingan kelompok mrk sesudahnya #NII
Krn itu walaupun SI menjadikan Islam sbg asas & aspek pengikat, pihak2 yg berlawanan dgn ideologi Islam tetap masuk bergabung ke dlm SI #NII
Sehingga tercatat SI pernah dimasuki oleh Soekarno yg berhaluan Sosialis-Nasionalis dan Semaun & Darsono yg berhaluan Marxis (Komunis) #NII
Soekarno yg tdk berhasil mendominasi SI dgn ide2 sosialisnya kemudian keluar & mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pd thn 1927 #NII
Sedangkan Semaun & Darsono yg dipecat dari SI dalam kongres luar biasa pd tahun 1921 bergabung dgn ISDV, yg merupakan cikal bakal PKI #NII
Tahun 1923 SI berubah menjadi Partai Sarekat Islam, sblm akhirnya berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) tahun 1927 #NII
Kartosoewirjo baru bergabung menjadi anggota SI pd tahun 1926 ketika ia kuliah di NIAS, sebuah sekolah kedokteran Belanda utk Pribumi #NII
Jadi keberadaan SMK di SI berbeda masa dgn Soekarno sehingga keliru jika dikatakan Soekarno dekat bhkn pernah tinggal satu atap dgn SMK #NII
Tahun 1926, PKI yg sdh tidak sabar ingin mendirikan negara Komunis Indonesia sbg kepanjangan tangan Uni Sovyet memberontak kpd Belanda #NII
Belanda yg sdh lama mencari alasan utk menghancurkan PKI, mengutus seorg agen intelijennya bernama Sanusi guna memprovokasi Semaun dkk. #NII
Pemberontakan nekat & gegabah yg dilakukan PKI itu tentu saja gagal total. Ribuan anggota & simpatisan PKI disikat Belanda tanpa ampun. #NII
Sejumlah tokoh PKI spt Marko Kartodikromo berhasil ditangkap Belanda & dibuang ke Digul. Sebagian besar mrk yg dibuang itu mati di sana #NII
Semaun, Darsono, Muso, Alimin, Tan Malaka & tokoh2 Komunis lainnya kabur ke luar negri. Tapi hanya sedikit yg berhasil sampai di Moskow #NII
Sejak pemberontakan yg gagal itu hingga masuknya Jepang ke Indonesia, PKI praktis pingsan. Belanda cukup berhasil melumpuhkan mrk #NII
Di masa penjajahan Jepang, slrh pergerakan di Indonesia tiarap. Bangsa kejam penyembah matahari ini memaksa rakyat mjd budak nafsu mrk. #NII
Kengerian penjajahan bangsa ini terekam dlm lubang2 bwh tanah yg mrk bangun dgn mngorbankan jutaan nyawa & kisah2 pilu wanita2 Muslimah #NII
Krn itu sdh sepatutnya Allah menurunkan bala bg bangsa ini berupa bom atom dahsyat dua kali di tahun 1945 yg membunuh ratusan ribu org #NII
Setelah Jepang menyerah kalah, Belanda, si penjajah langganan lama Indonesia segera datang ke negri ini utk merebut kembali posisinya #NII
Pasukan penjajah Belanda mengalir dari pantai2 nusantara memasuki kota2 di Indonesia dgn pengawalan pasukan dajjal Inggris & Ghurka #NII
Belanda membonceng sekutunya Inggris & Australia yg ditugaskan memulangkan tentara Jepang & tawanan2 perang PD II ke negara asalnya #NII
Mrk segera menduduki Surabaya, Jakarta & Bandung. BKR (cikal bakal TNI) tdk dapat berbuat banyak krn sekutu adlh pihak yg menang perang #NII
Setelah menyelesaikan tugasnya, Inggris & Australia meninggalkan Indonesia sambil diam2 menghibahkan persenjataan berat mrk kpd Belanda #NII
Tidak kembalinya militer Belanda bersama sekutu mendapat penolakan di seluruh wilayah sehingga meletus pertempuran antara RI & Belanda #NII
25 Maret 1947 Belanda berhasil menggiring pemerintah RI ke meja perundingan Linggarjati sbg taktik mengulur waktu utk menambah pasukan #NII
21 Juli 1947 Belanda melanggar perjanjian Linggarjati & melakukan agresi ke Sumatera Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur #NII
Dunia internasional mengecam aksi militer Belanda & melalui PBB berhasil memaksa penjajah Belanda utk kembali berunding dgn RI #NII
17 Januari 1948 di atas geladak kapal perang AS USS Renville dicapai kesepakatan antara kedua belah pihak dlm bentuk prjanjian Renville #NII
Ada 3 hal yg disepakati dalam perjanjian tsb & wajib dipatuhi oleh kedua belah pihak. 1. Penghentian pertempuran atau gencatan senjata #NII
2. Dibentuk sebuah grs demarkasi yg memisahkan wilayah Indonesia dgn wilayah pndudukan Belanda. Artinya kekuasaan RI tdk diakui Belanda #NII
3. TNI harus ditarik mundur dari wilayah2 pendudukan Belanda di Jawa sebelah Barat & sebelah Timur ke wilayah Indonesia di Jogjakarta. #NII
Perjanjian yg jelas2 menguntungkan pihak Belanda ini disetujui oleh perunding2 dari Indonesia yg dipimpin oleh Amir Syarifuddin Harahap #NII
Dgn perjanjian ini maka jatuhlah wilayah2 strategis yg semula diklaim berada di bawah kekuasaan RI kembali ke tangan penjajah Belanda #NII
Itu artinya wilayah2 tsb kembali mjd daerah jajahan lepas dr RI & rakyat disana sah secara hkm melakukan perlawanan & memerdekakan diri #NII
Akibat kekeliruan besar ini Amir Syarifuddin dipaksa meletakkan jabatan pd tgl 23 Januari 1948. Sementara TNI "dipaksa pindah" ke Jogja #NII
Soekarno & buku2 sejarah kita menyebut proses ini sbg "hijrah" padahal kata yg lebih tepat adalah "diusir" atau "dipaksa pindah" #NII
Para pengikut DI/TII malah menyebut proses itu dgn istilah "kabur" sbg celaan betapa buruk hasil perundingan tsb. bagi bangsa Indonesia #NII
Pemakaian istilah "hijrah" oleh Soekarno tdk tepat, krn hijrah mnrt pengertian Islam adlh pindah dari satu tempat ke tempat yg lbh baik #NII
Kenyataannya "hijrah" TNI dari Jawa Barat ke Jawa Tengah itu dalam keadaan terhina akibat konspirasi Belanda & sekutunya AS & Inggris #NII
Sama spt "hijrah"nya negara2 Arab dr wilayah2 kekuasaan mrk yg berhasil direbut Israel melalui perjanjian paska perang 6 hari thn 1967 #NII
Apakah tepat semua itu dikatakan "hijrah"? negara2 Arab saja tdk pernah menggunakan istilah itu utk kasus sama yg mrk alami tahun 1967. #NII
Kita hrs jujur pd anak cucu bhw peristiwa itu bukan "hijrah" tp "terusir". Krn jika tdk tentu Amir Syarifuddin tdk akan dipaksa mundur. #NII
Tidak semua barisan pejuang dibawah TNI mematuhi isi perjanjian Renville. Umumnya lasykar2 yg berhaluan Islam menentang kesepakatan itu #NII
17 Februari 1948 umat Islam di Jawa sblh Barat dipimpin para Ulama berkumpul & sepakat mngabaikan perjanjian Renville & melawan Belanda #NII
Adalah SM. Kartosoewirjo yg mengkoordinir barisan lasykar Islam utk tetap mempertahankan wilayah2 kaum Muslimin dari org2 kafir Belanda #NII
Konon sblm berangkat ke Jawa Barat memobilisasi lasykar, SMK menemui Jenderal Soedirman u/ meminta persetujuan, lalu beliau merestuinya #NII
Inilah mgkn sebab kenapa ketika di kemudian hari SMK memproklamirkan DI/TII tgl. 7 Agustus 1949, Soedirman tdk memerintahkan penumpasan #NII
Mgkn juga keberadaan DI/TII ini merupakan taktik Jenderal Soedirman utk menyusahkan Belanda tanpa harus melanggar perjanjian Renville. #NII
Perjanjian Renville tidaklah berumur panjang krn tabiat org2 kafir mmg senang melanggar perjanjian. Inilah yg diabaikan oleh Soekarno. #NII
Belanda pada masa itu kurang lebih sama dgn Israel hari ini. Jelas tidak ada untungnya melakukan perundingan & perjanjian damai dgn mrk #NII
Kaum penjajah itu hanya mengerti bahasa kekerasan kok, mrk tidak takut dgn kata2 yg tertulis dlm perjanjian. Mrk hanya takut dgn bedil #NII
19 Desember 1948 Belanda melakukan agresi militernya yg ke-2 dgn menyerang Jogjakarta yg notabene dlm perjanjian disebut sbg wilayah RI #NII
Belanda juga menyerang wilayah2 jajahannya yg setelah ditinggalkan TNI & diabaikan Soekarno dikuasai & dikelola oleh lasykar2 mujahidin #NII
Serangan Belanda berhasil ditahan oleh lasykar2 #NII. Bahkan mrk berhasil menduduki bbp wilayah yg sblmnya dikuasai Belanda secara de facto
25 Januari 1949 TNI masuk ke wilayah Jawa Barat utk menyerang Belanda. Kehadiran mrk tdk diterima lasykar #NII sehingga pecahlah pertempuran
Sejak itu terjadilah perang segitiga antara TNI, DI/TII & Belanda. Pertempuran ini berlangsung hingga Belanda hengkang dari Indonesia #NII
Belanda terpaksa hengkang setelah dibentuknya Republik Indonesia Serikat tgl. 27 Desember 1949 sbg hasil dari Konferensi Meja Bundar #NII
Dan tanggal itulah yg hingga hari ini diakui Belanda sbg tanggal kemerdekaan RI yg tdk lain tgl. berdirinya Republik Indonesia Serikat #NII
Tidak byk yg tahu bhwa kesediaan Belanda utk mengakui berdirinya RIS adlh di bawah tekanan sebuah kekuatan rahasia yg menguasai dunia #NII
Sindikat yg sejak dulu menciptakan peperangan di berbagai belahan dunia. Sindikat yg di kemudian hari memaksakan ideologinya di RI #NII
Mustahil Belanda yg selama ratusan tahun menikmati negri luas & kaya raya ini mau tunduk melepaskannya tanpa tekanan yg menakutkan mrk #NII
Semua itu terjadi tdk lain atas perintah #illuminati & #Freemason yg menguasai AS & Inggris yg telah menciptakan Israel setahun sblmnya #NII
Sepeninggal Belanda, RIS yg labil, rapuh & disusupi byk agen2 #illuminati terus berupaya mencegah berkembangnya Negara Islam Indonesia #NII
Mrk sgt takut Indonesia benar2 tumbuh mjd sebuah negara Islam yg akan menggantikan Kekhilafahan Islam Turki yg runtuh pada tahun 1924 #NII
Mrk terus mendorong Soekarno utk segera menumpas #NII Kartosoewirjo termasuk dgn menggerakkan pasukan teror yg menyamar sbg lasykar DI/TII
Pasukan ini merampok, membantai, menyiksa & memperkosa rakyat di desa2 sambil mengaku sbg DI/TII guna mencabut dukungan rakyat thdp #NII
Taktik kotor ini berhasil melemahkan #NII yg memilih tdk berhadapan dgn rakyat yg tersulut fitnah hingga akhirnya SMK tertangkap 4 Juni 1962
16 Agustus 1962 Mahkamah Angkatan Darat dlm Perang atau pengadilan militer memutus SMK bersalah krn memberontak & dijatuhi hukuman mati #NII
Satu hari yg dirahasiakan di bulan September 1962, SM. Kartosoewirjo ditembak mati oleh satu regu pasukan TNI di sebuah pulau terpencil #NII
Setelah itu praktis perjuangan #NII mengalami kemunduran walaupun para pengikut setianya tetap mempertahankan gerakan secara sembunyi2
Setelah kekuasaan Soekarno jatuh ke tangan Soeharto, taktik penumpasan #NII dirancang dalam satu operasi khusus yg dikomandoi Ali Murtopo
Ali Murtopo menyusupkan agen2nya ke dlm organisasi #NII hingga pd thn 1976 salah seorang di antaranya ditunjuk sbg pimpinan #NII wilayah IX
Wilayah IX atau KW IX adlh teritorial termuda #NII yg meliputi Jabotabek & Banten. Wilayah ini dipimpin oleh Abu Toto aka AS Panji Gumilang
Prinsip2 & garis perjuangan Panji Gumilang dgn #NII KW IX nya jauh menyimpang dari prinsip2 & garis perjuangan SMK dan generasi awal NII
Panji Gumilang mengajarkan doktrin bahwa orang2 di luar mrk adlh kafir meskipun Muslim. Doktrin yg tdk pernah dianut aplg diajarkan SMK #NII
Bahkan di dlm Manifesto Politik #NII SMK yg dirilis tgl. 7 Agustus 1952, tidak satu pun kata "kafir" disematkan pd kaum Muslimin di luar mrk
Di dlm buku "Daftar Oesaha Hijrah" yg ditulis SMK dikatakan: "Struktur masyarakat terbagi mjd 3 macam berdasarkan hukum & haluannya... #NII
Yaitu masyarakat Hindia Belanda (sbg penjajah) yg sdg berkuasa, berikutnya masyarakat Indonesia yg belum memiliki hukum maupun hak... #NII
& yg ketiga masyarakat Islam atau Darul Islam." Perbedaan antara masyarakat Indonesia & masyarakat Islam mnrt SMK terletak pd haluannya #NII
Masyarakat kebangsaan Indonesia mengarahkan langkah & sepak terjangnya utk berbakti pd negri tumpah darahnya, brbakti kpd ibu Indonesia #NII
Sebaliknya kaum Muslimin yg hidup dlm masyarakat Islam atau Darul Islam tidaklah ingin mrk berbakti kpd Indonesia atau siapapun juga... #NII
melainkan mrk hanya ingin brbakti kpd Allah semata. Menurutnya harkat & martabat manusia turun jk membelakang & mendustakan agama Allah #NII
SMK mendefinisikan pengertian La Ilaha Illallah mjd 4 hal & mengajarkanya kpd para pengikut #NII asli. Ajaran yg tdk diteruskan NII gadungan
1. Laa maujuda illallah (tdk ada yg maujud kecuali atas ijin & takdir Allah). Artinya semua kejadian adalah atas kuasa & kehendak Allah #NII
2. Laa ma'buuda illallah (tdk ada yg berhak disembah kecuali Allah). Artinya segala peribadatan hanya boleh ditujukan kpd Allah semata2 #NII
3. Laa mathluba illallah (tdk ada yg dicari utk ditaati & dicari utk dihindari, melainkan hanya perintah & larangan Allah saja). #NII
Artinya kita hrs berusaha mewarnai kehidupan sehari2 dgn syari'at Islam, jgn sampai sesaatpun Muslim lepas dr nilai2 Islam sbg dien mrk #NII
Skrg coba bandingkn dgn #NII KW IX yg mengajarkan bhw syari'at2 Islam spt shalat & puasa kecuali zakat tdk wajib krn kita dlm periode Makkah
Zakat tetap dipertahankn kewajibannya oleh Panji Gumilang krn dia perlu harta utk memperkaya diri & melanjutkan penipuan kpd umat Islam #NII
4. Laa maqsuuda illallah (tdk ada yg dituju kecuali keridhaan Allah). Artinya tujuan hakiki kehidupan seorg Muslim adlh keridhaan Allah #NII
Sebagian kalangan menuduh ajaran SMK tsb khususnya pengertian poin yg pertama sbg ajaran Jabariyah yaitu segala sesuatu serba takdir. #NII
Tuduhan itu jelas prematur, krn jika benar demikian, tentu SMK tdk akan mengangkat senjata melawan penjajahan Belanda & mendirikan #NII
Tentu dia akan duduk2 sj di rmh atau berzikir di masjid sambil menunggu takdir Indonesia terbebas dr Belanda & kaum Muslimin hdp mulia #NII
Atau dia menerima saja jabatan Menteri Muda Pertahanan yg ditawarkan kabinet Amir Syarifuddin di bwh pemerintah Soekarno & hidup mewah #NII
Tp kenyataannya dia berjuang bersama lasykar2 mujahidin melawan penjajah Belanda di wilayah2 yg diperintah Soekarno u/ ditinggalkan TNI #NII
Menurut hemat saya pd masa itu SMK melihat ada kecenderungan para pemimpin RI akan membawa Indonesia mnjadi negara Komunis atau Sekuler #NII
Sehingga beliau khawatir dgb nasib kaum Muslimin terutama hak2 mrk utk bebas menjalankan syari'at agamanya & terpelihara kehormatannya #NII
Hal ini dapat terlihat dlm tulisan2nya yg mana ia mencurahkan perhatian bagi terbentuknya negara yg akan melindungi hak2 kaum Muslimin #NII
Faktanya di kemudian hari kekhawatirannya itu terbukti; Soekarno membawa Indonesia menjadi negara yg dekat & mesra dgn kaum Komunis #NII
Sementara pemimpin2 setelah Soekarno membawa Indonesia mjd negara sekuler & liberal, dekat & mesra dgn Barat yg notabene ex-penjajah #NII
Terlepas dari citra buruk yg sengaja dibangun & dipelihara oleh agen2 Zionis melalui #NII KW IX. Perjuangan Kartosoewirjo patut diapresiasi
Bagaimanapun ia telah ikut berdarah2 mengusir penjajah dr Indonesia & membangkitkan kesadaran kaum Muslimin akan agama & kehormatannya #NII
Sdh saatnya kita bersikap adil & melepaskan diri dari belenggu propaganda buruk thdp perjuangan menegakkan syari'at Islam di negri ini #NII
Namanya Kartosoewirjo harus segera direhabilitasi & gelar pahlawan sgt layak diberikan kpdnya ketimbang Soeharto yg byk membantai orang #NII
Kalaupun gelar itu tdk diberikan & mmg bkn sesuatu yg dicarinya mk ia akan tetap mjd pahlawan dlm hati sebagian kaum Muslimin Indonesia #NII
Demikian saja tweeps, kultwit ttg #NII hari ini. InsyaAllah lain waktu kita kupas kesesatan NII KW IX yg dipimpin AS Panji Gumilang #Sekian
pada 10 Oktober 2012
Dear tweeps, krn ada byk permintaan maka siang ini saya akan kultwit ttg #NII. Walaupun isu ini tdk sdg heboh tp tetap penting utk diketahui
Bicara soal #NII, kita hanya dapat bersikap adil jika memahami dgn utuh sejarahnya. Bukan hanya dgn melihat sepak terjang NII pada hari ini
Krn #NII hari ini tdk sm dgn NII masa lalu & menghukumi NII masa lalu sbg NII hr ini adlh kesalahan fatal dlm membaca & menyimpulkan sejarah
Berdasarkan periodenya, #NII dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu NII periode SM. Kartosoewirjo (NII SMK) & NII pasca kematian SMK.
NII SMK mengambil masa sejak diproklamirkan berdirinya #NII pd tgl. 7 Agustus 1949, hingga eksekusi mati thdp SM. Kartosoewirjo pd thn 1962
NII SMK ini srg jg disebut sbg generasi awal atau angkatan I #NII (1949-1962). Selanjutnya angkatan II adlh mrk yg msk pd periode 1962-1980
Sedangkan mrk yg msk setelah 1980 hingga hari ini adlh angkatan III yg kesemuanya adlh bagian dari #NII KW IX Abu Toto alias Panji Gumilang
Berdasarkan grs perjuangan, #NII dpt dibagi mjd dua jenis jg, yaitu NII asli yg membawa visi Darul Islam & NII gadungan dgn visi Darul Ahwa
Munculnya #NII gadungan sejak 1976 adlh taktik intelijen utk membusukkan NII SMK & bentuk frustasi atas kegagalan menumpas NII secara total
Taktik ini sbnrnya sdh dimulai di era Soekarno yg kemudian dilanjutkan dgn pengelolaan yg lebih terorganisir & canggih di era Soeharto #NII
Sejauh ini taktik tsb cukup efektif & mmg pembusukan organisasi musuh adlh metode standar yg digunakan badan2 intelijen diseluruh dunia #NII
Di masa skrg ini taktik semacam itu juga kasat mata sdg berlangsung di negara2 boneka atau "binaan" AS dlm konteks War on Terrorism #NII
Sasarannya tentu saja kelompok2 jihad, baik yg autentik maupun yg tdk, yg brpengalaman maupun yg "hijau mentah" yg mjd mainan intelijen #NII
Percaya atau tdk, pembusukan #NII adlh satu paket dgn perang melawan teroris. Misinya adlh menghancurkan keinginan menegakkan syari'at Islam
Supaya org2 Muslim yg awam menganggap penegakkan syari'at Islam atau menjadikan Islam sbg dasar negara adlh tindakan terorisme & makar #NII
Jika upaya org2 liberal menjadikan liberalisme & sekulerisme sbg dasar negara dianggap sah, kenapa giliran umat Islam dianggap makar? #NII
Gerakan #NII SMK secara umum sdh berakhir riwayatnya, terlepas dari masih terdapat sejumlah gerakan dgn nama lain yg membawa semangat serupa
Namun nilai2 perjuangan NII SMK jelas tdk dipelihara & diteruskan oleh NII gadungan, krn mrk sbnrnya adlh sindikat pencemar nama baik #NII
Jika yg dituduh sesat & menyesatkan itu adalah #NII gadungan tsb, maka pendapat ini masih bisa diterima krn didukung oleh banyak fakta
Namun jika NII gadungan tsb disamakan dgn #NII SMK, maka yg demikian adlh pendapat org awam yg tdk mndapat materi pelajaran sejarah yg benar
Adalah ceroboh & keliru besar jk menganggap #NII gadungan spt NII KW IX Al-Zaytun = NII SMK. Aplg memvonis SMK sbg seorg sesat & pengkhianat
Kultwit hari ini belum akan membahas kesesatan #NII gadungan KW IX Al-Zaytun. Tapi akan mengupas terlebih dahulu sejarah & prinsip2 NII asli
Sejarah #NII tdk bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan Sarekat Dagang Islam (SDI) yg didirikan oleh KH. Samanhudi di Solo pada tahun 1905
Oleh Haji Oemar Said Tjokroaminoto (HOST) organisasi dagang ini dikembangkan & dirubah namanya mjd Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912 #NII
HOST membawa SI mjd organisasi perjuangan kemerdekaan berskala nasional yg berbasis Islam & menentang penjajahan Belanda di Indonesia #NII
Ia memiliki gagasan utk membebaskan Indonesia dari penjajahan kaum kafir yg diwakili Belanda & mendirikan Daulah Islamiyah sbg gantinya #NII
Jadi cita2 mendirikan Daulah Islamiyah atau negara Islam ini sdh ada sejak berdirinya SI. SM. Kartosoewirjo hanya melanjutkannya saja #NII
HOST merancang 3 tahap utk mencapai gagasan tsb; Pertama, membebaskan Indonesia dari penjajahan kaum kafir & mendirikan negara yg berdaulat
Kedua, menjadikan Islam sbg dasar negara & mengelola negara sesuai manhaj Islam dgn tetap memperhatikan & melindungi hak2 non-Muslim #NII
Ketiga, membangun Kekhilafahan Islamiyah global yg akan mjd pelindung kaum Muslimin di seluruh dunia dlm menjalankan syari'at2 agamanya #NII
SI merupakan anti tesis dari Boedi Otomo yg membawa misi/ajaran #Freemason, bukan perjuangan kemerdekaan, bersifat regional & kesukuan #NII
Kita tdk akan menemukan selain org Jawa & Madura yg mjd anggota Boedi Oetomo sebaliknya di SI ada org Jawa, Sumatera, Aceh, Maluku, dll #NII
Tdk spt Boedi Oetomo, SI menjadi harapan byk pihak utk mewujudkan Indonesia merdeka & mencapai misi/kepentingan kelompok mrk sesudahnya #NII
Krn itu walaupun SI menjadikan Islam sbg asas & aspek pengikat, pihak2 yg berlawanan dgn ideologi Islam tetap masuk bergabung ke dlm SI #NII
Sehingga tercatat SI pernah dimasuki oleh Soekarno yg berhaluan Sosialis-Nasionalis dan Semaun & Darsono yg berhaluan Marxis (Komunis) #NII
Soekarno yg tdk berhasil mendominasi SI dgn ide2 sosialisnya kemudian keluar & mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pd thn 1927 #NII
Sedangkan Semaun & Darsono yg dipecat dari SI dalam kongres luar biasa pd tahun 1921 bergabung dgn ISDV, yg merupakan cikal bakal PKI #NII
Tahun 1923 SI berubah menjadi Partai Sarekat Islam, sblm akhirnya berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) tahun 1927 #NII
Kartosoewirjo baru bergabung menjadi anggota SI pd tahun 1926 ketika ia kuliah di NIAS, sebuah sekolah kedokteran Belanda utk Pribumi #NII
Jadi keberadaan SMK di SI berbeda masa dgn Soekarno sehingga keliru jika dikatakan Soekarno dekat bhkn pernah tinggal satu atap dgn SMK #NII
Tahun 1926, PKI yg sdh tidak sabar ingin mendirikan negara Komunis Indonesia sbg kepanjangan tangan Uni Sovyet memberontak kpd Belanda #NII
Belanda yg sdh lama mencari alasan utk menghancurkan PKI, mengutus seorg agen intelijennya bernama Sanusi guna memprovokasi Semaun dkk. #NII
Pemberontakan nekat & gegabah yg dilakukan PKI itu tentu saja gagal total. Ribuan anggota & simpatisan PKI disikat Belanda tanpa ampun. #NII
Sejumlah tokoh PKI spt Marko Kartodikromo berhasil ditangkap Belanda & dibuang ke Digul. Sebagian besar mrk yg dibuang itu mati di sana #NII
Semaun, Darsono, Muso, Alimin, Tan Malaka & tokoh2 Komunis lainnya kabur ke luar negri. Tapi hanya sedikit yg berhasil sampai di Moskow #NII
Sejak pemberontakan yg gagal itu hingga masuknya Jepang ke Indonesia, PKI praktis pingsan. Belanda cukup berhasil melumpuhkan mrk #NII
Di masa penjajahan Jepang, slrh pergerakan di Indonesia tiarap. Bangsa kejam penyembah matahari ini memaksa rakyat mjd budak nafsu mrk. #NII
Kengerian penjajahan bangsa ini terekam dlm lubang2 bwh tanah yg mrk bangun dgn mngorbankan jutaan nyawa & kisah2 pilu wanita2 Muslimah #NII
Krn itu sdh sepatutnya Allah menurunkan bala bg bangsa ini berupa bom atom dahsyat dua kali di tahun 1945 yg membunuh ratusan ribu org #NII
Setelah Jepang menyerah kalah, Belanda, si penjajah langganan lama Indonesia segera datang ke negri ini utk merebut kembali posisinya #NII
Pasukan penjajah Belanda mengalir dari pantai2 nusantara memasuki kota2 di Indonesia dgn pengawalan pasukan dajjal Inggris & Ghurka #NII
Belanda membonceng sekutunya Inggris & Australia yg ditugaskan memulangkan tentara Jepang & tawanan2 perang PD II ke negara asalnya #NII
Mrk segera menduduki Surabaya, Jakarta & Bandung. BKR (cikal bakal TNI) tdk dapat berbuat banyak krn sekutu adlh pihak yg menang perang #NII
Setelah menyelesaikan tugasnya, Inggris & Australia meninggalkan Indonesia sambil diam2 menghibahkan persenjataan berat mrk kpd Belanda #NII
Tidak kembalinya militer Belanda bersama sekutu mendapat penolakan di seluruh wilayah sehingga meletus pertempuran antara RI & Belanda #NII
25 Maret 1947 Belanda berhasil menggiring pemerintah RI ke meja perundingan Linggarjati sbg taktik mengulur waktu utk menambah pasukan #NII
21 Juli 1947 Belanda melanggar perjanjian Linggarjati & melakukan agresi ke Sumatera Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur #NII
Dunia internasional mengecam aksi militer Belanda & melalui PBB berhasil memaksa penjajah Belanda utk kembali berunding dgn RI #NII
17 Januari 1948 di atas geladak kapal perang AS USS Renville dicapai kesepakatan antara kedua belah pihak dlm bentuk prjanjian Renville #NII
Ada 3 hal yg disepakati dalam perjanjian tsb & wajib dipatuhi oleh kedua belah pihak. 1. Penghentian pertempuran atau gencatan senjata #NII
2. Dibentuk sebuah grs demarkasi yg memisahkan wilayah Indonesia dgn wilayah pndudukan Belanda. Artinya kekuasaan RI tdk diakui Belanda #NII
3. TNI harus ditarik mundur dari wilayah2 pendudukan Belanda di Jawa sebelah Barat & sebelah Timur ke wilayah Indonesia di Jogjakarta. #NII
Perjanjian yg jelas2 menguntungkan pihak Belanda ini disetujui oleh perunding2 dari Indonesia yg dipimpin oleh Amir Syarifuddin Harahap #NII
Dgn perjanjian ini maka jatuhlah wilayah2 strategis yg semula diklaim berada di bawah kekuasaan RI kembali ke tangan penjajah Belanda #NII
Itu artinya wilayah2 tsb kembali mjd daerah jajahan lepas dr RI & rakyat disana sah secara hkm melakukan perlawanan & memerdekakan diri #NII
Akibat kekeliruan besar ini Amir Syarifuddin dipaksa meletakkan jabatan pd tgl 23 Januari 1948. Sementara TNI "dipaksa pindah" ke Jogja #NII
Soekarno & buku2 sejarah kita menyebut proses ini sbg "hijrah" padahal kata yg lebih tepat adalah "diusir" atau "dipaksa pindah" #NII
Para pengikut DI/TII malah menyebut proses itu dgn istilah "kabur" sbg celaan betapa buruk hasil perundingan tsb. bagi bangsa Indonesia #NII
Pemakaian istilah "hijrah" oleh Soekarno tdk tepat, krn hijrah mnrt pengertian Islam adlh pindah dari satu tempat ke tempat yg lbh baik #NII
Kenyataannya "hijrah" TNI dari Jawa Barat ke Jawa Tengah itu dalam keadaan terhina akibat konspirasi Belanda & sekutunya AS & Inggris #NII
Sama spt "hijrah"nya negara2 Arab dr wilayah2 kekuasaan mrk yg berhasil direbut Israel melalui perjanjian paska perang 6 hari thn 1967 #NII
Apakah tepat semua itu dikatakan "hijrah"? negara2 Arab saja tdk pernah menggunakan istilah itu utk kasus sama yg mrk alami tahun 1967. #NII
Kita hrs jujur pd anak cucu bhw peristiwa itu bukan "hijrah" tp "terusir". Krn jika tdk tentu Amir Syarifuddin tdk akan dipaksa mundur. #NII
Tidak semua barisan pejuang dibawah TNI mematuhi isi perjanjian Renville. Umumnya lasykar2 yg berhaluan Islam menentang kesepakatan itu #NII
17 Februari 1948 umat Islam di Jawa sblh Barat dipimpin para Ulama berkumpul & sepakat mngabaikan perjanjian Renville & melawan Belanda #NII
Adalah SM. Kartosoewirjo yg mengkoordinir barisan lasykar Islam utk tetap mempertahankan wilayah2 kaum Muslimin dari org2 kafir Belanda #NII
Konon sblm berangkat ke Jawa Barat memobilisasi lasykar, SMK menemui Jenderal Soedirman u/ meminta persetujuan, lalu beliau merestuinya #NII
Inilah mgkn sebab kenapa ketika di kemudian hari SMK memproklamirkan DI/TII tgl. 7 Agustus 1949, Soedirman tdk memerintahkan penumpasan #NII
Mgkn juga keberadaan DI/TII ini merupakan taktik Jenderal Soedirman utk menyusahkan Belanda tanpa harus melanggar perjanjian Renville. #NII
Perjanjian Renville tidaklah berumur panjang krn tabiat org2 kafir mmg senang melanggar perjanjian. Inilah yg diabaikan oleh Soekarno. #NII
Belanda pada masa itu kurang lebih sama dgn Israel hari ini. Jelas tidak ada untungnya melakukan perundingan & perjanjian damai dgn mrk #NII
Kaum penjajah itu hanya mengerti bahasa kekerasan kok, mrk tidak takut dgn kata2 yg tertulis dlm perjanjian. Mrk hanya takut dgn bedil #NII
19 Desember 1948 Belanda melakukan agresi militernya yg ke-2 dgn menyerang Jogjakarta yg notabene dlm perjanjian disebut sbg wilayah RI #NII
Belanda juga menyerang wilayah2 jajahannya yg setelah ditinggalkan TNI & diabaikan Soekarno dikuasai & dikelola oleh lasykar2 mujahidin #NII
Serangan Belanda berhasil ditahan oleh lasykar2 #NII. Bahkan mrk berhasil menduduki bbp wilayah yg sblmnya dikuasai Belanda secara de facto
25 Januari 1949 TNI masuk ke wilayah Jawa Barat utk menyerang Belanda. Kehadiran mrk tdk diterima lasykar #NII sehingga pecahlah pertempuran
Sejak itu terjadilah perang segitiga antara TNI, DI/TII & Belanda. Pertempuran ini berlangsung hingga Belanda hengkang dari Indonesia #NII
Belanda terpaksa hengkang setelah dibentuknya Republik Indonesia Serikat tgl. 27 Desember 1949 sbg hasil dari Konferensi Meja Bundar #NII
Dan tanggal itulah yg hingga hari ini diakui Belanda sbg tanggal kemerdekaan RI yg tdk lain tgl. berdirinya Republik Indonesia Serikat #NII
Tidak byk yg tahu bhwa kesediaan Belanda utk mengakui berdirinya RIS adlh di bawah tekanan sebuah kekuatan rahasia yg menguasai dunia #NII
Sindikat yg sejak dulu menciptakan peperangan di berbagai belahan dunia. Sindikat yg di kemudian hari memaksakan ideologinya di RI #NII
Mustahil Belanda yg selama ratusan tahun menikmati negri luas & kaya raya ini mau tunduk melepaskannya tanpa tekanan yg menakutkan mrk #NII
Semua itu terjadi tdk lain atas perintah #illuminati & #Freemason yg menguasai AS & Inggris yg telah menciptakan Israel setahun sblmnya #NII
Sepeninggal Belanda, RIS yg labil, rapuh & disusupi byk agen2 #illuminati terus berupaya mencegah berkembangnya Negara Islam Indonesia #NII
Mrk sgt takut Indonesia benar2 tumbuh mjd sebuah negara Islam yg akan menggantikan Kekhilafahan Islam Turki yg runtuh pada tahun 1924 #NII
Mrk terus mendorong Soekarno utk segera menumpas #NII Kartosoewirjo termasuk dgn menggerakkan pasukan teror yg menyamar sbg lasykar DI/TII
Pasukan ini merampok, membantai, menyiksa & memperkosa rakyat di desa2 sambil mengaku sbg DI/TII guna mencabut dukungan rakyat thdp #NII
Taktik kotor ini berhasil melemahkan #NII yg memilih tdk berhadapan dgn rakyat yg tersulut fitnah hingga akhirnya SMK tertangkap 4 Juni 1962
16 Agustus 1962 Mahkamah Angkatan Darat dlm Perang atau pengadilan militer memutus SMK bersalah krn memberontak & dijatuhi hukuman mati #NII
Satu hari yg dirahasiakan di bulan September 1962, SM. Kartosoewirjo ditembak mati oleh satu regu pasukan TNI di sebuah pulau terpencil #NII
Setelah itu praktis perjuangan #NII mengalami kemunduran walaupun para pengikut setianya tetap mempertahankan gerakan secara sembunyi2
Setelah kekuasaan Soekarno jatuh ke tangan Soeharto, taktik penumpasan #NII dirancang dalam satu operasi khusus yg dikomandoi Ali Murtopo
Ali Murtopo menyusupkan agen2nya ke dlm organisasi #NII hingga pd thn 1976 salah seorang di antaranya ditunjuk sbg pimpinan #NII wilayah IX
Wilayah IX atau KW IX adlh teritorial termuda #NII yg meliputi Jabotabek & Banten. Wilayah ini dipimpin oleh Abu Toto aka AS Panji Gumilang
Prinsip2 & garis perjuangan Panji Gumilang dgn #NII KW IX nya jauh menyimpang dari prinsip2 & garis perjuangan SMK dan generasi awal NII
Panji Gumilang mengajarkan doktrin bahwa orang2 di luar mrk adlh kafir meskipun Muslim. Doktrin yg tdk pernah dianut aplg diajarkan SMK #NII
Bahkan di dlm Manifesto Politik #NII SMK yg dirilis tgl. 7 Agustus 1952, tidak satu pun kata "kafir" disematkan pd kaum Muslimin di luar mrk
Di dlm buku "Daftar Oesaha Hijrah" yg ditulis SMK dikatakan: "Struktur masyarakat terbagi mjd 3 macam berdasarkan hukum & haluannya... #NII
Yaitu masyarakat Hindia Belanda (sbg penjajah) yg sdg berkuasa, berikutnya masyarakat Indonesia yg belum memiliki hukum maupun hak... #NII
& yg ketiga masyarakat Islam atau Darul Islam." Perbedaan antara masyarakat Indonesia & masyarakat Islam mnrt SMK terletak pd haluannya #NII
Masyarakat kebangsaan Indonesia mengarahkan langkah & sepak terjangnya utk berbakti pd negri tumpah darahnya, brbakti kpd ibu Indonesia #NII
Sebaliknya kaum Muslimin yg hidup dlm masyarakat Islam atau Darul Islam tidaklah ingin mrk berbakti kpd Indonesia atau siapapun juga... #NII
melainkan mrk hanya ingin brbakti kpd Allah semata. Menurutnya harkat & martabat manusia turun jk membelakang & mendustakan agama Allah #NII
SMK mendefinisikan pengertian La Ilaha Illallah mjd 4 hal & mengajarkanya kpd para pengikut #NII asli. Ajaran yg tdk diteruskan NII gadungan
1. Laa maujuda illallah (tdk ada yg maujud kecuali atas ijin & takdir Allah). Artinya semua kejadian adalah atas kuasa & kehendak Allah #NII
2. Laa ma'buuda illallah (tdk ada yg berhak disembah kecuali Allah). Artinya segala peribadatan hanya boleh ditujukan kpd Allah semata2 #NII
3. Laa mathluba illallah (tdk ada yg dicari utk ditaati & dicari utk dihindari, melainkan hanya perintah & larangan Allah saja). #NII
Artinya kita hrs berusaha mewarnai kehidupan sehari2 dgn syari'at Islam, jgn sampai sesaatpun Muslim lepas dr nilai2 Islam sbg dien mrk #NII
Skrg coba bandingkn dgn #NII KW IX yg mengajarkan bhw syari'at2 Islam spt shalat & puasa kecuali zakat tdk wajib krn kita dlm periode Makkah
Zakat tetap dipertahankn kewajibannya oleh Panji Gumilang krn dia perlu harta utk memperkaya diri & melanjutkan penipuan kpd umat Islam #NII
4. Laa maqsuuda illallah (tdk ada yg dituju kecuali keridhaan Allah). Artinya tujuan hakiki kehidupan seorg Muslim adlh keridhaan Allah #NII
Sebagian kalangan menuduh ajaran SMK tsb khususnya pengertian poin yg pertama sbg ajaran Jabariyah yaitu segala sesuatu serba takdir. #NII
Tuduhan itu jelas prematur, krn jika benar demikian, tentu SMK tdk akan mengangkat senjata melawan penjajahan Belanda & mendirikan #NII
Tentu dia akan duduk2 sj di rmh atau berzikir di masjid sambil menunggu takdir Indonesia terbebas dr Belanda & kaum Muslimin hdp mulia #NII
Atau dia menerima saja jabatan Menteri Muda Pertahanan yg ditawarkan kabinet Amir Syarifuddin di bwh pemerintah Soekarno & hidup mewah #NII
Tp kenyataannya dia berjuang bersama lasykar2 mujahidin melawan penjajah Belanda di wilayah2 yg diperintah Soekarno u/ ditinggalkan TNI #NII
Menurut hemat saya pd masa itu SMK melihat ada kecenderungan para pemimpin RI akan membawa Indonesia mnjadi negara Komunis atau Sekuler #NII
Sehingga beliau khawatir dgb nasib kaum Muslimin terutama hak2 mrk utk bebas menjalankan syari'at agamanya & terpelihara kehormatannya #NII
Hal ini dapat terlihat dlm tulisan2nya yg mana ia mencurahkan perhatian bagi terbentuknya negara yg akan melindungi hak2 kaum Muslimin #NII
Faktanya di kemudian hari kekhawatirannya itu terbukti; Soekarno membawa Indonesia menjadi negara yg dekat & mesra dgn kaum Komunis #NII
Sementara pemimpin2 setelah Soekarno membawa Indonesia mjd negara sekuler & liberal, dekat & mesra dgn Barat yg notabene ex-penjajah #NII
Terlepas dari citra buruk yg sengaja dibangun & dipelihara oleh agen2 Zionis melalui #NII KW IX. Perjuangan Kartosoewirjo patut diapresiasi
Bagaimanapun ia telah ikut berdarah2 mengusir penjajah dr Indonesia & membangkitkan kesadaran kaum Muslimin akan agama & kehormatannya #NII
Sdh saatnya kita bersikap adil & melepaskan diri dari belenggu propaganda buruk thdp perjuangan menegakkan syari'at Islam di negri ini #NII
Namanya Kartosoewirjo harus segera direhabilitasi & gelar pahlawan sgt layak diberikan kpdnya ketimbang Soeharto yg byk membantai orang #NII
Kalaupun gelar itu tdk diberikan & mmg bkn sesuatu yg dicarinya mk ia akan tetap mjd pahlawan dlm hati sebagian kaum Muslimin Indonesia #NII
Demikian saja tweeps, kultwit ttg #NII hari ini. InsyaAllah lain waktu kita kupas kesesatan NII KW IX yg dipimpin AS Panji Gumilang #Sekian
Selasa, 12 Februari 2013
Nabi perintahkan piara jenggot, Said Aqil Siradj justru suruh mewaspadai Muslim berjenggot
Benar-benar berlawanan dengan perintah Nabi shallallahu ‘alaighi wa sallam. Masa’ Said Aqil Siradj pemimpin NU (Nahdlatul Ulama) ajak mewaspadai orang berjenggot.Seperti diberitakan tempo.co, Said Aqil Siradj meminta warga nahdliyin untuk mewaspadai organisasi transinternasional yang sangat berbahaya bagi NKRI. Salah satu ciri pengikut organisasi transinternasional yaitu dengan berjanggut.“Ciri (orangnya) yang berjanggut-janggut itu,” tegas KH Said Aqil Siradj di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (07/02).Karena Siradj tidak menunjuk langsung kelompok yang dimaksud, namun menunjuk ciri orangnya yang berjanggut-janggut, maka tentu saja menjadikan tudingannya itu sama dengan mengarah kepada siapa saja yang berjanggut atau berjenggot. Padahal memelihara jenggot itu justru mentaati perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana hadits-hadits berikut ini.Perintah Nabi Agar Memelihara JenggotHadits pertama, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)Hadits kedua, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى
“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)Hadits ketiga, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.
“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624)Hadits keempat, dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ
“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 626)Hadits kelima, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى
“Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Bukhari no. 5893)Hadits keenam, dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
“Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.” (HR. Bukhari no. 5892)Ulama besar Syafi’iyyah, An Nawawi rahimahullah mengatakan, ”Kesimpulannya ada lima riwayat yang menggunakan lafazh,أَعْفُوا وَأَوْفُوا وَأَرْخُوا وَأَرْجُوا وَوَفِّرُوا
Semua lafazh tersebut bermakna membiarkan jenggot tersebut sebagaimana adanya.” (Lihat Syarh An Nawawi ‘alam Muslim, 1/416, Mawqi’ Al Islam-Maktabah Syamilah 5)
***
Berikut ini reaksi atas ucapan Siradj, berita ucapan Siradj.
itoday - Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath mengecam pernyataan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj, yang meminta warga NU mewaspadai Muslim berjanggut.
“Said Aqil kok bahas janggut? Kalau ajaran transinternasional itu ajaran Nabi Muhammad, berarti harus dijalankan. Misalnya shalat, haji, atau puasa, itu ajaran transinternasional yang harus dijalankan,” tegas Al Khaththath kepada itoday(08/02).Menurut Al Kaththath, tidak seharusnya Said Aqil menuding pihak-pihak yang sebenarnya meneladani Nabi Muhammad sebagai kelompok yang membahayakan NKRI. “Said Aqil ngawur. Saya heran mengapa ada kiai yang menolak ajaran transinternasional. Memang yang bersangkutan tidak shalat, puasa atau haji? Ibadah ibadah itu juga ajaran transinternasional,” tegas Al Khaththath.Diberitakan sebelumnya, Said Aqil Siradj meminta warga nahdliyin untuk mewaspadai organisasi transinternasional yang sangat berbahaya bagi NKRI. Salah satu ciri pengikut organisasi transinternasional yaitu dengan berjanggut.“Ciri (orangnya) yang berjanggut-janggut itu,” tegas KH Said Aqil Siradj di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (07/02).Reporter: Achsin/ Friday, 08 February 2013 17:14 F. HadiatmodjoRead more about Ngawur by Www.Itoday.Co.Id
***
NU Anggap Islam Transinternasional Ancam NKRITEMPO.CO, Purwakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Agil Siradj menengarai adanya gerakan dari organisasi Islam transinternasional yang membahayakan keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Ciri (orangnya) yang berjanggut-janggut itu,” kata Agil saat ditemui Tempo seusai berceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis, 7 Februari 2013.Namun, dia tak mau menyebutkan secara eksplisit nama-nama organisasi Islam transinternasional yang bergerak di Indonesia itu. Agil hanya menyebutkan, ciri-ciri orang yang bergerak dalam organisasi itu selalu ingin mengidentikkan Islam dengan Arab. “Pengertian itu jelas keliru,” ujar kiai yang dekat dengan almarhum Gus Dur ini.Agil menegaskan, mayoritas umat Islam di Indonesia, terutama jamiah Nahdlatul Ulama yang beranggotakan 60 juta orang, tidak tertarik sama sekali dengan gerakan Islam transinternasional itu. Sebaliknya, NU senantiasa akan memagari NKRI dari segala rongrongan aliran keagamaan yang tidak sesuai dengan asas Ahlusunnah-waljamaah.Agil juga menyatakan ketidaksetujuannya jika Islam dijadikan ideologi politik. “(Islam) tidak usah dijadikan ideologi poitik,” ucapnya. Jika Islam dijadikan ideologi politik, suatu ketika akan berdampak negatif. “Contohnya, ada pimpinan partai Islam ditangkap KPK, kan jadi memalukan Islam,” ujarnya.
NANANG SUTISNA
Sumber : http://nahimunkar.com/nabi-perintahkan-piara-jenggot-said-aqil-siradj-justru-suruh-mewaspadai-muslim-berjenggot/
Sabtu, 02 Februari 2013
Islamnya Olive Robinson, Kepala Bagian Pengendalian Penyakit Menular RS Militer, AFSEL
Olive Robinson datang mengunjungi kerajaan Saudi Arabia dua tahun yang
lalu dan bekerja di sana. Adapun keinginan masuk Islam telah terbetik
semenjak delapan tahun lalu. Namun baru dapat ia laksanakan tujuh bulan
yang lalu. Dari pembicaraan ini akan kita ketahui bagaimana ia memeluk
agama Islam dan bagaimana ia dapat menyelesaikan berbagai problemnya
setelah masuk ke dalam Islam.
Seorang reporter majalah al-Jundi al-Muslim bertanya, "Bagaimana kisahmu masuk Islam?" Oliver berkata, "Kisahku dengan Islam dimulai sejak tahun 1992 di mana waktu itu aku bekerja untuk sebuah yayasan Nasrani yang mengutusku ke kota kecil Afrika Selatan yang bernama Malawy. Aku terpaksa menerima tugas tersebut sebab suamiku baru saja meninggal karena penyakit kanker dan meninggalkan dua orang anak perempuan. Yayasan inilah yang menafkahi kedua anakku itu dan menanggung semua kebutuhan mereka selama aku pergi bertugas, karena waktu itu gajiku masih terlalu sedikit belum mencukupi kebutuhan. Dari sinilah bermula kisah tersebut.
Di negeri ini ada seorang anak kecil muslim bersama beberapa ekor kambing. Ia mengetahui kondisiku. Dengan tanpa aku minta, ia selalu membawakan susu kambingnya untukku dan beberapa butir telur setiap hari. Dari sini aku berfikir tentang Islam, "Bagaimana orang-orang di sini mengetahui kebaikan? Bagaimana anak sekecil ini memberikan pelayanan yang baik kepada orang yang berlainan agama dengannya?" Aku berfikir tentang Islam dengan akalku sendiri, bahwa mayoritas penduduk Malawy beragama Islam. Walau aku bukan seorang muslimah, namun mereka tetap memberikan bantuannya kapan saja aku butuhkan. Ini semua membuatku berfikir secara mendalam tentang Islam."
Reporter tersebut bertanya, "Anda datang ke Kerajaan Saudi Arabia yang merupakan negeri Islam, setelah anda melihat negeri ini, apa yang membuat anda tertarik tentang Islam?"
Olive berkata, "Shalat. Inilah yang pertama dan yang paling mendorongku masuk ke dalam Islam. Aku melihat di rumah sakit, di mana-mana orang-orang melakukan shalat berjamaah baik banyak maupun sedikit. Demikian juga halnya di kamar-kamar, para pasien melakukan shalatnya sendiri-sendiri dan para wanita pergi ke tempat tersendiri untuk melaksanakan shalat. Dan yang lebih aneh lagi, aku melihat di bandara para musafir membentangkan sajadahnya di lantai bandara untuk menunaikan shalat. Ini merupakan cara yang sangat mudah dalam melakukan ibadah yang membuat diriku tertarik. Sebab ini semua berbeda dengan beban yang aku dapati di gereja.
Demikian juga yang membuatku kagum yaitu rutinitas seorang muslim dalam melakukan shalatnya. Ada salah satu hal penting yang aku sukai di negara Saudi ini dan memberikan pengaruh yang mendalam dalam jiwaku, yaitu bakti seorang anak terhadap kedua orang tuanya. Kamar-kamar rumah sakit dipadati oleh pasien yang berusia lanjut, kamu lihat anak-anak mereka setiap saat menunggui mereka dan berusaha mendapatkan keridhaan orang tuanya yang sedang terbaring sakit. Berbeda dengan masyarakat materialis barat yang tidak menghormati kedua orang tua."
Reporter bertanya, "Apakah kedatanganmu dari masyarakat Nasrani barat ke masyarakat muslim timur berpengaruh dalam meredakan pergolakan anti Islam dalam diri anda?"
Olive menjawab, "Sebenarnya tidak ada pergolakan seperti itu dalam diriku. Sebab sebelum berangkat ke Saudi aku sudah mempunyai tekad yang kuat untuk memeluk agama Islam. Bahkan aku memilih negara Saudi sebagai tempat awal keislamanku, karena di negara ini terdapat kiblat kaum muslimin dan pelaksanaan hukum Islam secara nyata. Aku sengaja memilih bekerja di negara ini sebagai tempat awal keislamanku."
Reporter, "Kebanyakkan mereka yang masuk ke dalam agama Islam ditolak dan dibenci oleh keluarga dan teman-teman lama mereka dan terkadang mereka berusaha untuk menekannya. Bahkan sebagian mereka ada yang memutus tali kekeluargaan. Apakah ketika anda masuk Islam juga mendapat penolakan dari keluarga anda?"
Olive, "Keluargaku menyambut baik dan mengucapkan selamat atas langkahku ini. karena sejak awal mereka sudah mengetahui bahwa aku sedang menempuh jalan menuju Islam. Aku menceritakan kepada mereka bagaimana kekagumanku terhadap Islam, kaum muslimin dan kehidupan mereka. Dua orang keluargaku ikut membaca al-Qur'an untuk mengetahui tentang Islam. Pada saat libur musim panas, aku mengunjungi Markas Islam di Afrika Selatan.
Salah seorang anak gadisku setiap hari pergi bersamaku untuk mempelajari agama baru ini. Demikian juga ibuku sekarang menyaksikan beberapa film Ahmad Deedat yang mendakwahkan Islam dan menjelaskan kekeliruan agama Kristen yang sudah diubah-ubah."
Reporter, "Biasanya seseorang yang baru masuk Islam menemui berbagai problem dari teman-teman lamanya, terutama di tempat kerja. Bagaimana sikap anda menghadapinya?"
Olive, "Benar, banyak problem yang muncul, namun berkat pertolongan Allah aku mampu menghadapi semua problem dan tekanan itu. Aku senantiasa berdoa agar Dia mengokohkanku. Dan memang setelah beberapa hari setelah keislamanku, aku rasakan bahwa sekarang aku menjadi lebih kuat dan aku tidak lagi perhatian terhadap urusan-urusan yang tidak penting tersebut. Keyakinanku dalam Islam sudah semakin dalam. Alhamdulillah."
Reporter, "Bagaimana kondisi Islam di Afrika selatan?"
Olive, "Disini Islam tersebar dengan pesat. Markas-markas Islam banyak bermunculan. Aku pernah mendatangi markas yang sekarang dipimpin oleh Syaikh Ahmad Khan setelah Syaikh Ahmad Deedat harus beristirahat karena sakit (sekarang sudah wafat, rahimahullah-red). Markas ini memberikan berbagai bantuan; santunan anak yatim, membantu fakir miskin, membuka Ma'had Tahfizhul Qur'an dan mengadakan taklim agama. Pada markas yang aku datangi tersebut terdapat 19 orang anak yatim semua kebutuhan mereka ditanggung oleh markas. Mayoritas umat Islam di sini adalah imigran dari India dan ditambah dengan penduduk pribumi."
Reporter, "Menurut pandangan anda sebagai seorang muslimah yang baru, bagaimana cara berdakwah terbaik yang menurut anda sangat berpengaruh dan mendorong anda masuk ke dalam Islam?"
Olive, "Dengan memberikan buku, memperkenalkan Islam pada orang lain dengan tanpa ada pengaruh dan paksaan terhadap orang tersebut, yaitu dengan cara pendekatan. Demikian juga memberikan suri tauladan yang baik merupakan dakwah yang paling berpengaruh. Aku terkesan dengan pasien yang diopname di rumah sakit namun ia selalu menjaga shalatnya.
Demikian juga dengan bakti para anak terhadap ayah dan ibu mereka. Itu semua merupakan dakwah kepada Islam dengan tanpa kitab dan kaset, tetapi dengan memberikan contoh yang baik dalam bergaul sebagaimana yang diperintahkan oleh agama yang agung ini."
Reporter, "Coba ceritakan kisah teraneh yang anda jumpai sejak masuk Islam."
Olive, "Beberapa waktu yang lalu, aku pernah bersedekah 1000 riyal kepada salah orang non muslim sebelum aku pergi berlibur. Ia membutuhkan bantuan tersebut untuk mengunjungi ibu yang sedang sakit. Namun teman-temanku menyesali tindakanku tersebut. Mereka mengejekku bahwa uangku tidak akan kembali. Namun aku katakan kepada mereka, 'Aku melakukannya di jalan Allah.' Dua hari kemudian aku membawa koperku pergi ke bandara Abha menuju Afrika Selatan. Aku terkejut ketika pegawai bandara memberitahuku bahwa berat koperku melebihi batas berat yang telah ditentukan. Oleh karena itu aku harus membayar 1300 riyal untuk berat yang berlebih itu. Ia memperhatikanku dan berbisik, 'Apakah anda seorang muslimah?' pertanyaan ini ia ajukan setelah ia melihat penutup kepala yang aku kenakan. Aku jawab, 'Benar, aku baru masuk Islam beberapa bulan lalu.'
Pegawai tersebut tersenyum dan berkata, 'Kalau begitu anda tak perlu membayar dendanya, anggap saja ini merupakan hadiah dari bandara untuk anda.'
Aku teringat uang yang aku berikan kepada orang yang memerlukannya kemudian orang-orang menyesali tindakanku. Ingin rasanya aku menceritakan kisah ini agar mereka tahu bahwa setiap kebaikan yang dilakukan tidak akan sia-sia. Ia akan menjumpainya di sisi Allah SWT."
Reporter, "Sebagai penutup pembicaraan kita, kami ucapkan terima kasih kepada anda yang rela menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan. Semoga Allah SWT mengokohkan keislaman kita hingga kita menemuiNya."
(SUMBER: KISAH-KISAH TELADAN, Muhammad Shalih al-Qahthani, sebagai yang dinukilnya dari Majalah al-Jundi al-Muslim )
Seorang reporter majalah al-Jundi al-Muslim bertanya, "Bagaimana kisahmu masuk Islam?" Oliver berkata, "Kisahku dengan Islam dimulai sejak tahun 1992 di mana waktu itu aku bekerja untuk sebuah yayasan Nasrani yang mengutusku ke kota kecil Afrika Selatan yang bernama Malawy. Aku terpaksa menerima tugas tersebut sebab suamiku baru saja meninggal karena penyakit kanker dan meninggalkan dua orang anak perempuan. Yayasan inilah yang menafkahi kedua anakku itu dan menanggung semua kebutuhan mereka selama aku pergi bertugas, karena waktu itu gajiku masih terlalu sedikit belum mencukupi kebutuhan. Dari sinilah bermula kisah tersebut.
Di negeri ini ada seorang anak kecil muslim bersama beberapa ekor kambing. Ia mengetahui kondisiku. Dengan tanpa aku minta, ia selalu membawakan susu kambingnya untukku dan beberapa butir telur setiap hari. Dari sini aku berfikir tentang Islam, "Bagaimana orang-orang di sini mengetahui kebaikan? Bagaimana anak sekecil ini memberikan pelayanan yang baik kepada orang yang berlainan agama dengannya?" Aku berfikir tentang Islam dengan akalku sendiri, bahwa mayoritas penduduk Malawy beragama Islam. Walau aku bukan seorang muslimah, namun mereka tetap memberikan bantuannya kapan saja aku butuhkan. Ini semua membuatku berfikir secara mendalam tentang Islam."
Reporter tersebut bertanya, "Anda datang ke Kerajaan Saudi Arabia yang merupakan negeri Islam, setelah anda melihat negeri ini, apa yang membuat anda tertarik tentang Islam?"
Olive berkata, "Shalat. Inilah yang pertama dan yang paling mendorongku masuk ke dalam Islam. Aku melihat di rumah sakit, di mana-mana orang-orang melakukan shalat berjamaah baik banyak maupun sedikit. Demikian juga halnya di kamar-kamar, para pasien melakukan shalatnya sendiri-sendiri dan para wanita pergi ke tempat tersendiri untuk melaksanakan shalat. Dan yang lebih aneh lagi, aku melihat di bandara para musafir membentangkan sajadahnya di lantai bandara untuk menunaikan shalat. Ini merupakan cara yang sangat mudah dalam melakukan ibadah yang membuat diriku tertarik. Sebab ini semua berbeda dengan beban yang aku dapati di gereja.
Demikian juga yang membuatku kagum yaitu rutinitas seorang muslim dalam melakukan shalatnya. Ada salah satu hal penting yang aku sukai di negara Saudi ini dan memberikan pengaruh yang mendalam dalam jiwaku, yaitu bakti seorang anak terhadap kedua orang tuanya. Kamar-kamar rumah sakit dipadati oleh pasien yang berusia lanjut, kamu lihat anak-anak mereka setiap saat menunggui mereka dan berusaha mendapatkan keridhaan orang tuanya yang sedang terbaring sakit. Berbeda dengan masyarakat materialis barat yang tidak menghormati kedua orang tua."
Reporter bertanya, "Apakah kedatanganmu dari masyarakat Nasrani barat ke masyarakat muslim timur berpengaruh dalam meredakan pergolakan anti Islam dalam diri anda?"
Olive menjawab, "Sebenarnya tidak ada pergolakan seperti itu dalam diriku. Sebab sebelum berangkat ke Saudi aku sudah mempunyai tekad yang kuat untuk memeluk agama Islam. Bahkan aku memilih negara Saudi sebagai tempat awal keislamanku, karena di negara ini terdapat kiblat kaum muslimin dan pelaksanaan hukum Islam secara nyata. Aku sengaja memilih bekerja di negara ini sebagai tempat awal keislamanku."
Reporter, "Kebanyakkan mereka yang masuk ke dalam agama Islam ditolak dan dibenci oleh keluarga dan teman-teman lama mereka dan terkadang mereka berusaha untuk menekannya. Bahkan sebagian mereka ada yang memutus tali kekeluargaan. Apakah ketika anda masuk Islam juga mendapat penolakan dari keluarga anda?"
Olive, "Keluargaku menyambut baik dan mengucapkan selamat atas langkahku ini. karena sejak awal mereka sudah mengetahui bahwa aku sedang menempuh jalan menuju Islam. Aku menceritakan kepada mereka bagaimana kekagumanku terhadap Islam, kaum muslimin dan kehidupan mereka. Dua orang keluargaku ikut membaca al-Qur'an untuk mengetahui tentang Islam. Pada saat libur musim panas, aku mengunjungi Markas Islam di Afrika Selatan.
Salah seorang anak gadisku setiap hari pergi bersamaku untuk mempelajari agama baru ini. Demikian juga ibuku sekarang menyaksikan beberapa film Ahmad Deedat yang mendakwahkan Islam dan menjelaskan kekeliruan agama Kristen yang sudah diubah-ubah."
Reporter, "Biasanya seseorang yang baru masuk Islam menemui berbagai problem dari teman-teman lamanya, terutama di tempat kerja. Bagaimana sikap anda menghadapinya?"
Olive, "Benar, banyak problem yang muncul, namun berkat pertolongan Allah aku mampu menghadapi semua problem dan tekanan itu. Aku senantiasa berdoa agar Dia mengokohkanku. Dan memang setelah beberapa hari setelah keislamanku, aku rasakan bahwa sekarang aku menjadi lebih kuat dan aku tidak lagi perhatian terhadap urusan-urusan yang tidak penting tersebut. Keyakinanku dalam Islam sudah semakin dalam. Alhamdulillah."
Reporter, "Bagaimana kondisi Islam di Afrika selatan?"
Olive, "Disini Islam tersebar dengan pesat. Markas-markas Islam banyak bermunculan. Aku pernah mendatangi markas yang sekarang dipimpin oleh Syaikh Ahmad Khan setelah Syaikh Ahmad Deedat harus beristirahat karena sakit (sekarang sudah wafat, rahimahullah-red). Markas ini memberikan berbagai bantuan; santunan anak yatim, membantu fakir miskin, membuka Ma'had Tahfizhul Qur'an dan mengadakan taklim agama. Pada markas yang aku datangi tersebut terdapat 19 orang anak yatim semua kebutuhan mereka ditanggung oleh markas. Mayoritas umat Islam di sini adalah imigran dari India dan ditambah dengan penduduk pribumi."
Reporter, "Menurut pandangan anda sebagai seorang muslimah yang baru, bagaimana cara berdakwah terbaik yang menurut anda sangat berpengaruh dan mendorong anda masuk ke dalam Islam?"
Olive, "Dengan memberikan buku, memperkenalkan Islam pada orang lain dengan tanpa ada pengaruh dan paksaan terhadap orang tersebut, yaitu dengan cara pendekatan. Demikian juga memberikan suri tauladan yang baik merupakan dakwah yang paling berpengaruh. Aku terkesan dengan pasien yang diopname di rumah sakit namun ia selalu menjaga shalatnya.
Demikian juga dengan bakti para anak terhadap ayah dan ibu mereka. Itu semua merupakan dakwah kepada Islam dengan tanpa kitab dan kaset, tetapi dengan memberikan contoh yang baik dalam bergaul sebagaimana yang diperintahkan oleh agama yang agung ini."
Reporter, "Coba ceritakan kisah teraneh yang anda jumpai sejak masuk Islam."
Olive, "Beberapa waktu yang lalu, aku pernah bersedekah 1000 riyal kepada salah orang non muslim sebelum aku pergi berlibur. Ia membutuhkan bantuan tersebut untuk mengunjungi ibu yang sedang sakit. Namun teman-temanku menyesali tindakanku tersebut. Mereka mengejekku bahwa uangku tidak akan kembali. Namun aku katakan kepada mereka, 'Aku melakukannya di jalan Allah.' Dua hari kemudian aku membawa koperku pergi ke bandara Abha menuju Afrika Selatan. Aku terkejut ketika pegawai bandara memberitahuku bahwa berat koperku melebihi batas berat yang telah ditentukan. Oleh karena itu aku harus membayar 1300 riyal untuk berat yang berlebih itu. Ia memperhatikanku dan berbisik, 'Apakah anda seorang muslimah?' pertanyaan ini ia ajukan setelah ia melihat penutup kepala yang aku kenakan. Aku jawab, 'Benar, aku baru masuk Islam beberapa bulan lalu.'
Pegawai tersebut tersenyum dan berkata, 'Kalau begitu anda tak perlu membayar dendanya, anggap saja ini merupakan hadiah dari bandara untuk anda.'
Aku teringat uang yang aku berikan kepada orang yang memerlukannya kemudian orang-orang menyesali tindakanku. Ingin rasanya aku menceritakan kisah ini agar mereka tahu bahwa setiap kebaikan yang dilakukan tidak akan sia-sia. Ia akan menjumpainya di sisi Allah SWT."
Reporter, "Sebagai penutup pembicaraan kita, kami ucapkan terima kasih kepada anda yang rela menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan. Semoga Allah SWT mengokohkan keislaman kita hingga kita menemuiNya."
(SUMBER: KISAH-KISAH TELADAN, Muhammad Shalih al-Qahthani, sebagai yang dinukilnya dari Majalah al-Jundi al-Muslim )
Sumber : http://www.alsofwah.or.id
Kisah Pemudi Yahudi Yang Memeluk Islam
Wahai saudara-saudaraku! Agama ini meru-pakan sebuah agama yang agung.
Jika ada seseorang yang mendakwahkannya dengan lurus dan benar maka jiwa
yang suci pasti akan menerimanya, walau apapun agama yang sedang ia
anut atau dari bangsa manapun ia berasal. Dalam kisah ini, penulis kisah
yang telah kami pilihkan untuk kalian dari jaringan internet berkata,
teman wanita pemudi itu berkata, "Aku melihat wajahnya berseri-seri di
dalam sebuah masjid yang terletak di pusat kota kecil di Amerika, sedang
membaca al-Qur'an yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Aku
ucapkan salam kepadanya dan ia membalasnya dengan iringan senyum. Kami
pun membuka obrolan dan dalam waktu singkat kami menjadi dua orang
sahabat yang sangat akrab.
Pada suatu malam, kami bertemu di tepi sebuah danau nan indah. Di sanalah ia menceritakan kisah keislamannya. Mari kita simak kisah tersebut.
Ia berkata, "Aku hidup dalam rumah tangga Ame-rika penganut agama Yahudi yang berantakan. Setelah ayah dan ibuku bercerai, ayahku menikah dengan wa-nita lain. Ibu tiriku ini sering menyiksaku. Pada usia 17 tahun aku lari dari rumah dan pergi dari satu negara bagian ke negara bagian lain. Di sana aku bertemu dengan seorang pemudi Arab mereka (sebagaimana yang ia ceritakan) adalah teman tempat pelarianku yang sangat baik. Mereka semua tersenyum padaku kemudian kami menyantap hidangan makan malam. Akupun ikut melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Setelah menyantap hidangan, aku lang-sung kabur, karena aku tidak suka persahabatan seperti ini. Ditambah lagi aku tidak menyukai bangsa Arab.
Hidupku yang sengsara tak pernah merasa tenang, selalu dirundung kegelisahan. Aku mulai mendalami agama dengan tujuan ingin mendapatkan ketenangan rohani dan kekuatan moril dalam menjalani kehidup-an. Namun semua itu tidak aku dapati dalam agama Yahudi. Ternyata agama ini hanya menghormati kaum wanita namun tidak menghormati hak asasi manusia dan sangat egois. Setiap mengajukan suatu pertanyaan aku tidak mendapatkan jawaban. Lalu aku berpindah ke agama Nasrani. Ternyata dalam agama ini banyak pertentangan yang sulit diterima akal dan hanya me-nuntut kita agar menerimanya. Berkali-kali aku tanya-kan bagaimana mungkin Tuhan membunuh anakNya? Bagaimana cara ia melahirkan? Bagaimana mungkin kita mempunyai tiga Tuhan sementara satu pun tidak ada yang dapat kita lihat? Lalu aku bertekad untuk meninggalkan semua itu. Namun aku yakin bahwa alam ini pasti ada yang menciptakan. Setiap malam aku selalu berpikir dan berpikir hingga pagi menjelang.
Pada suatu malam tepatnya ketika menjelang pagi, terbersit keinginan untuk bunuh diri untuk meng-akhiri kegalauan ini. Aku berada di dalam ruangan yang tak bermakna. Hujan yang deras, gulungan awan yang tebal seakan memenjarakanku. Apa yang ada di sekitarku seolah ingin membunuhku. Pepohonan me-mandangku dengan pandangan sinis, siraman air hujan mengalunkan irama kebencian. Kupandang dari balik jendela, di dalam sebuah rumah terpencil. Aku merasa diriku rendah di hadapan Allah.
Ya Tuhanku! Aku tahu Kau ada di sana. Aku tahu Kau menyayangi-ku. Aku seorang terpenjara, hambaMu yang lemah, Tunjukilah jalan yang harus kutempuh, Ya Tuhanku! berilah aku petunjuk! Atau cabut saja nyawaku. Aku menangis tersedu-sedu hingga tertidur.
Pada pagi hari aku bangun dengan ketenangan hati yang belum pernah aku rasakan. Seperti biasa aku keluar mencari rizki dengan harapan semoga ada yang mau memberiku sarapan, atau mengambil upah dengan mencuci piringnya. Di sanalah aku bertemu dengan se-orang pemuda Arab kemudian aku berbincang-bincang dengannya cukup lama. Setelah sarapan, ia memintaku untuk datang ke rumahnya dan tinggal bersamanya, lalu aku pun ikut dengannya. Ketika kami sedang menyantap makan pagi, minum dan bercanda, tiba-tiba muncul seorang pemuda berjenggot yang ber-nama Sa'ad. Nama tersebut aku ketahui dari temanku yang sambil terkejut menyebut nama pemuda itu. Pemuda itu menarik tangan temanku dan menyuruh-nya keluar. Tinggallah aku sendirian duduk gemetar. Apakah aku sedang berhadapan dengan seorang te-roris? Tetapi ia tidak melakukan sesuatu yang mena-kutkan, bahkan ia memintaku dengan lemah lembut agar aku kembali ke rumahku. Lalu aku katakan kepa-danya bahwa aku tidak punya rumah. Ia meman-dangku dengan perasaan terharu.
Kesan ini dapat aku tangkap dari mimik wajah-nya. Kemudian ia berkata, 'Baiklah, kalau begitu ting-gallah di sini malam ini, karena di luar cuaca teramat dingin dan pergilah besok. Kemudian ambil uang ini semoga bermanfaat sebelum kamu mendapat peker-jaan.' Ketika ia hendak pergi aku menghadangnya lalu aku ucapkan terima kasih. Aku katakan, 'Tetaplah di sini dan aku yang akan keluar, namun aku harap eng-kau menceritakan apa yang mendorongmu melakukan ini terhadap aku dan temanmu. Ia lalu duduk dan mulai bercerita kepadaku sementara matanya meman-dang ke bawah. Katanya, 'Sebenarnya yang mendo-rongku berbuat seperti itu karena agama Islam mela-rang melakukan segala yang haram, seperti berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahram dan me-minum khamar. Islam juga mendorong untuk berbuat baik terhadap sesama manusia dan menganjurkan untuk berakhlak mulia.' Aku merasa heran, apakah mereka ini yang disebut teroris? Tadinya aku mengira mereka selalu membawa pistol dan membunuh siapa saja yang mereka jumpai. Demikian yang aku dapatkan dari media massa Amerika.
Aku katakan, 'Aku ingin mengenal Islam lebih dalam, dapatkah engkau memberitahukannya kepada-ku?' Ia berkata, "Aku akan bawa kamu ke sebuah keluarga muslim yang taat dan kamu dapat tinggal di sana. Aku tahu mereka akan mengajarkan sebaik-baik pengajaran kepadamu." Kemudian pemuda itu mem-bawaku pergi. Pada jam 10 aku sudah berada di rumah tersebut dan mendapat sambutan hangat. Lalu aku mengajukan beberapa pertanyaan sedang Dr. Sulaiman sebagai kepala rumah tangga menjawab pertanyaan tersebut sampai aku merasa puas. Aku merasa puas karena aku telah mendapatkan jawaban pertanyaan yang selama ini aku cari. Yaitu agama yang terang dan jelas yang sesuai dengan fitrah manusia. Aku tidak mengalami kesulitan dalam memahami setiap apa yang aku dengar. Semuanya merupakan kebenaran. Ketika mengumumkan keislamanku, aku merasa ada-nya sebuah kebangkitan yang tiada tara.
Pada hari kebangkitanku itu atas kesadaranku sendiri aku langsung memakai cadar. Tepat jam 1 siang Sayyidah (Nyonya Sulaiman) membawaku ke sebuah kamar yang terbaik di rumah itu. Ia berkata, 'Ini kamarmu, tinggallah di sini sesuka hatimu.' Ia melihatku tengah memandang ke luar jendela. Aku tersenyum sementara air mata berlinang membasahi pipiku. Ia bertanya mengapa aku menangis. Aku ja-wab, 'Kemarin pada waktu yang sama aku berdiri di balik jendela merendahkan diri kepada Allah.'
Aku berdo'a, 'Ya Tuhanku! Tunjukilah aku jalan kebenaran, atau cabut saja nyawaku.' Sungguh Allah telah menunjukiku dan memuliakanku. Sekarang aku adalah seorang muslimah bercadar dan terhormat. Ini-lah jalan yang aku cari, inilah jalan yang aku cari. Sayyidah memelukku dan ikut menangis bersamaku'."
(SUMBER: SERIAL KISAH-KISAH TELADAN KARYA Muhammad Shalih al-Qahthani. Penerbit DARUL HAQ, TELP.021-4701616)
Pada suatu malam, kami bertemu di tepi sebuah danau nan indah. Di sanalah ia menceritakan kisah keislamannya. Mari kita simak kisah tersebut.
Ia berkata, "Aku hidup dalam rumah tangga Ame-rika penganut agama Yahudi yang berantakan. Setelah ayah dan ibuku bercerai, ayahku menikah dengan wa-nita lain. Ibu tiriku ini sering menyiksaku. Pada usia 17 tahun aku lari dari rumah dan pergi dari satu negara bagian ke negara bagian lain. Di sana aku bertemu dengan seorang pemudi Arab mereka (sebagaimana yang ia ceritakan) adalah teman tempat pelarianku yang sangat baik. Mereka semua tersenyum padaku kemudian kami menyantap hidangan makan malam. Akupun ikut melakukan seperti apa yang mereka lakukan. Setelah menyantap hidangan, aku lang-sung kabur, karena aku tidak suka persahabatan seperti ini. Ditambah lagi aku tidak menyukai bangsa Arab.
Hidupku yang sengsara tak pernah merasa tenang, selalu dirundung kegelisahan. Aku mulai mendalami agama dengan tujuan ingin mendapatkan ketenangan rohani dan kekuatan moril dalam menjalani kehidup-an. Namun semua itu tidak aku dapati dalam agama Yahudi. Ternyata agama ini hanya menghormati kaum wanita namun tidak menghormati hak asasi manusia dan sangat egois. Setiap mengajukan suatu pertanyaan aku tidak mendapatkan jawaban. Lalu aku berpindah ke agama Nasrani. Ternyata dalam agama ini banyak pertentangan yang sulit diterima akal dan hanya me-nuntut kita agar menerimanya. Berkali-kali aku tanya-kan bagaimana mungkin Tuhan membunuh anakNya? Bagaimana cara ia melahirkan? Bagaimana mungkin kita mempunyai tiga Tuhan sementara satu pun tidak ada yang dapat kita lihat? Lalu aku bertekad untuk meninggalkan semua itu. Namun aku yakin bahwa alam ini pasti ada yang menciptakan. Setiap malam aku selalu berpikir dan berpikir hingga pagi menjelang.
Pada suatu malam tepatnya ketika menjelang pagi, terbersit keinginan untuk bunuh diri untuk meng-akhiri kegalauan ini. Aku berada di dalam ruangan yang tak bermakna. Hujan yang deras, gulungan awan yang tebal seakan memenjarakanku. Apa yang ada di sekitarku seolah ingin membunuhku. Pepohonan me-mandangku dengan pandangan sinis, siraman air hujan mengalunkan irama kebencian. Kupandang dari balik jendela, di dalam sebuah rumah terpencil. Aku merasa diriku rendah di hadapan Allah.
Ya Tuhanku! Aku tahu Kau ada di sana. Aku tahu Kau menyayangi-ku. Aku seorang terpenjara, hambaMu yang lemah, Tunjukilah jalan yang harus kutempuh, Ya Tuhanku! berilah aku petunjuk! Atau cabut saja nyawaku. Aku menangis tersedu-sedu hingga tertidur.
Pada pagi hari aku bangun dengan ketenangan hati yang belum pernah aku rasakan. Seperti biasa aku keluar mencari rizki dengan harapan semoga ada yang mau memberiku sarapan, atau mengambil upah dengan mencuci piringnya. Di sanalah aku bertemu dengan se-orang pemuda Arab kemudian aku berbincang-bincang dengannya cukup lama. Setelah sarapan, ia memintaku untuk datang ke rumahnya dan tinggal bersamanya, lalu aku pun ikut dengannya. Ketika kami sedang menyantap makan pagi, minum dan bercanda, tiba-tiba muncul seorang pemuda berjenggot yang ber-nama Sa'ad. Nama tersebut aku ketahui dari temanku yang sambil terkejut menyebut nama pemuda itu. Pemuda itu menarik tangan temanku dan menyuruh-nya keluar. Tinggallah aku sendirian duduk gemetar. Apakah aku sedang berhadapan dengan seorang te-roris? Tetapi ia tidak melakukan sesuatu yang mena-kutkan, bahkan ia memintaku dengan lemah lembut agar aku kembali ke rumahku. Lalu aku katakan kepa-danya bahwa aku tidak punya rumah. Ia meman-dangku dengan perasaan terharu.
Kesan ini dapat aku tangkap dari mimik wajah-nya. Kemudian ia berkata, 'Baiklah, kalau begitu ting-gallah di sini malam ini, karena di luar cuaca teramat dingin dan pergilah besok. Kemudian ambil uang ini semoga bermanfaat sebelum kamu mendapat peker-jaan.' Ketika ia hendak pergi aku menghadangnya lalu aku ucapkan terima kasih. Aku katakan, 'Tetaplah di sini dan aku yang akan keluar, namun aku harap eng-kau menceritakan apa yang mendorongmu melakukan ini terhadap aku dan temanmu. Ia lalu duduk dan mulai bercerita kepadaku sementara matanya meman-dang ke bawah. Katanya, 'Sebenarnya yang mendo-rongku berbuat seperti itu karena agama Islam mela-rang melakukan segala yang haram, seperti berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahram dan me-minum khamar. Islam juga mendorong untuk berbuat baik terhadap sesama manusia dan menganjurkan untuk berakhlak mulia.' Aku merasa heran, apakah mereka ini yang disebut teroris? Tadinya aku mengira mereka selalu membawa pistol dan membunuh siapa saja yang mereka jumpai. Demikian yang aku dapatkan dari media massa Amerika.
Aku katakan, 'Aku ingin mengenal Islam lebih dalam, dapatkah engkau memberitahukannya kepada-ku?' Ia berkata, "Aku akan bawa kamu ke sebuah keluarga muslim yang taat dan kamu dapat tinggal di sana. Aku tahu mereka akan mengajarkan sebaik-baik pengajaran kepadamu." Kemudian pemuda itu mem-bawaku pergi. Pada jam 10 aku sudah berada di rumah tersebut dan mendapat sambutan hangat. Lalu aku mengajukan beberapa pertanyaan sedang Dr. Sulaiman sebagai kepala rumah tangga menjawab pertanyaan tersebut sampai aku merasa puas. Aku merasa puas karena aku telah mendapatkan jawaban pertanyaan yang selama ini aku cari. Yaitu agama yang terang dan jelas yang sesuai dengan fitrah manusia. Aku tidak mengalami kesulitan dalam memahami setiap apa yang aku dengar. Semuanya merupakan kebenaran. Ketika mengumumkan keislamanku, aku merasa ada-nya sebuah kebangkitan yang tiada tara.
Pada hari kebangkitanku itu atas kesadaranku sendiri aku langsung memakai cadar. Tepat jam 1 siang Sayyidah (Nyonya Sulaiman) membawaku ke sebuah kamar yang terbaik di rumah itu. Ia berkata, 'Ini kamarmu, tinggallah di sini sesuka hatimu.' Ia melihatku tengah memandang ke luar jendela. Aku tersenyum sementara air mata berlinang membasahi pipiku. Ia bertanya mengapa aku menangis. Aku ja-wab, 'Kemarin pada waktu yang sama aku berdiri di balik jendela merendahkan diri kepada Allah.'
Aku berdo'a, 'Ya Tuhanku! Tunjukilah aku jalan kebenaran, atau cabut saja nyawaku.' Sungguh Allah telah menunjukiku dan memuliakanku. Sekarang aku adalah seorang muslimah bercadar dan terhormat. Ini-lah jalan yang aku cari, inilah jalan yang aku cari. Sayyidah memelukku dan ikut menangis bersamaku'."
(SUMBER: SERIAL KISAH-KISAH TELADAN KARYA Muhammad Shalih al-Qahthani. Penerbit DARUL HAQ, TELP.021-4701616)
Sumber : http://www.alsofwah.or.id
Punya Hutang Tapi Bersumpah Mengingkari, Keluar Pengadilan Terjatuh Dan Mati Seketika!!
Dia berdiri di depan hakim dan mengingkari bahwa ia telah berhutang
sebanyak 500.000 dinar milik ahli waris Syaikh Ibrahim Muhammad. Hakim
memintanya untuk bersumpah bahwa Syaikh Ibrahim tidak pernah memberinya
hutang sebanyak itu dan pemberian itu bukan hutang. Lalu ia bersumpah
kemudian setelah itu hakim menetapkan bahwa ia tidak berhutang. Belum
lagi ia sempat keluar dari pintu pengadilan, ia terjatuh dan mati.
Kejadian ini terjadi pada tahun 1954 di salah satu kota di negara Irak.
Namun kisah tersebut tidak bermula seperti ini. Kami akan ceritakan
kisah kejadian sebenarnya.
Syaikh Ibrahim adalah seorang pedagang besar yang dermawan. Ia tidak pernah menolak orang yang meminta atau mengecewakan orang yang berharap kepadanya.
Pada suatu hari Sayid Jabir datang ke kantor beliau di Khan Syath di tepi sungai Tigris, lalu mengemukakan maksudnya.
Sayid Jabir berkata kepada Syaikh Ibrahim, "Saya adalah tetangga anda, ayahku termasuk sahabat karib anda. Ketika wafat, ia berpesan jika saya ada keperluan atau ada kesulitan agar meminta bantuan anda. Sebagaimana anda ketahui bahwa pada tahun ini hasil panen tidak menguntungkan, tanah menjadi kering, hujan tidak turun dan kondisi semakin sulit.
Aku tak tahu bagaiamana cara mengatasinya. Aku telah berhutang kepada rentenir. Aku harus membayar hutangku tersebut, jika tidak maka rahasiaku akan terbongkar dan rival-rivalku akan tertawa melihatku. Hari ini aku mendatangi anda semoga anda sudi meminjamkan uang sebesar 500.000 dinar untuk membayar hutang yang melilit leherku kepada rentenir, membeli bibit dan untuk mengatasi urusanku. Aku berjanji akan membayar hutangku pada musim panen gandum di tahun depan."
Syaikh berdiri ke brangkas uang yang ada di kantornya dan memberikan kepada Sayid Jabir lalu menuliskan jumlah uang tersebut dalam buku kas. Jabir mengucapkan rasa terima kasihnya atas pemberian itu dan meminta agar dituliskan dibuat surat promes (surat pengakuan hutang). Namun Syaikh berkata, "Terima kasih saya rasa tidak perlu, cukuplah Allah saksi antara engkau dan aku, Dia sebaik-baik Wakil dan sebaik-baik saksi."
Satu tahun kemudian Syaikh Ibrahim meninggal dunia secara mendadak karena serangan jantung dengan meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, yang sulung masih berusia 13 tahun. Istri beliau memeriksa buku-buku kas perdagangan suaminya yang dibantu oleh saudaranya yang profesinya sebagai seorang pengacara. Dari dalam buku tersebut si istri mengetahui secara rinci orang-orang yang berhutang kepada suaminya.
Hari-hari dan bulan terus berlalu setelah kematian suaminya, lalu ia mengirim utusan ke Sayid Jabir untuk menagih hutang suaminya. Tetapi Sayid Jabir mengingkari bahwa ia pernah berhutang kepada suaminya. Ia mengaku telah membayar hutang tersebut kepada suaminya. Mungkin suaminya lupa mencatat pembayaran tersebut di buku kas.
Kisah ini terdengar oleh orang banyak. Sebahagian mendengar bahwa Syaikh Ibrahim telah memberikan hutang kepada Sayid Jabir dan mereka katakan bahwa Sayid telah membayar hutang tersebut. Jika Sayid Jabir masih berhutang tentunya ia telah menunjukkan kepada ahli waris promes (surat pengakuan hutang) setelah Syaikh Ibrahim meninggal.
Dalam menanggapi masalah ini para tetangga terbagi menjadi dua kubu, kubu yang berpihak kepada ahli waris Syaikh Ibrahim yaitu mereka mengatakan bahwa beliau meminjamkan uang dengan mencukupkan hanya Allah sebagai saksi tanpa ada surat-surat perjanjian dan kubu yang membela Sayid Jabir, mereka katakan bahwa tidak mungkin Syaikh Ibrahim memberi sejumlah uang tanpa ada promes. Istri Syaikh Ibrahim meminta bantuan beberapa orang-orang shalih di lokasinya untuk membujuk agar Sayid Jabir mau membayar hutang tersebut. Namun ia tetap mengingkarinya dan tetap bersikeras serta menolaknya, seakan ia sebuah batu gunung yang keras.
Sebagaimana (di kalangan bangsa Arab-red) obat yang dijadikan pamungkas adalah ‘Kay’ (besi yang dipanaskan), demikian juga akhir perselisihan diputuskan melalui pengadilan. Perkara ini diangkat ke dewan hakim. Istri Syaikh Ibrahim mewakilkan perkara ini kepada saudaranya yang pengacara untuk melaporkannya kepada para hakim.
Pada hari persidangan, si tertuduh hadir di depan pengadilan, lalu menyerahkan urusan ini kepada Hakim al-Ustadz (...) yang menceritakan secara rinci kepadaku kisah tersebut. Di antara yang ia katakan, "Aku sangat yakin bahwa Sayid Jabir pernah berhutang kepada Syaikh Ibrahim sebanyak itu. Namun aku tidak punya bukti sama sekali selain buku kas yang mencantumkan uang yang telah dia pinjamkan kepada masyarakat. Hanya berupa bukti ini, tidak cukup kuat untuk dijadikan Sayid sebagai tertuduh."
Sayid Jabir tidak mengingkari bahwa ia pernah berhutang dengan Syaikh Ibrahim, tetapi ia katakan bahwa ia sudah memulangkan hutang tersebut setahun setelahnya.
Salah seorang saksi mengatakan bahwa ia mendengar bahwa Sayid Jabir memuji Syaikh Ibrahim dan menyebutkan bahwa ia telah menyelamatkannya dari kemiskinan dan kefakiran dengan memberinya pinjaman uang dan menjadikan Allah sebagai saksi, namun saksi tersebut tidak menyebutkan jumlah uang yang dipinjam dan kapan ia mendengarnya dari Sayid Jabir.
Semua perkara ini seakan terbang di hembus angin. Aku berusaha menggiringnya agar mengakui hutang tersebut, namun dia dapat berkelit dalam memberikan jawaban.
Dalam menyelesaikan perkara seperti ini harus menggunakan kaidah, “Penuduh harus mendatangkan bukti dan sumpah bagi yang mengingkari.” Aku katakan kepada si tertuduh, "Apakah anda berani bersumpah dengan nama Allah bahwa anda punya hutang 500.000 dinar dengan Syaikh Ibrahim dan sudah anda bayar kepada Syaikh?"
Tertuduh menjawab, "Aku bersumpah atas nama Allah..."
Lalu ia memberikan sumpahnya. Kemudian sang hakim menetapkan bahwa Sayid Jabir tidak berhutang.
Tertuduh keluar dari persidangan dengan sombong seraya mengangkat kepala. Ia saat itu sangat bersemangat, gagah, sehat, kuat dan masih berusia muda. Ketika hendak meninggalkan persidangan bersama para hadirin, tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dari ruang persidangan.
Aku bergegas keluar melihat apa gerangan yang sedang terjadi. Aku terkejut melihat si tertuduh yang tadi di hadapanku, yang sebelumnya dalam keadaan segar-bugar, bersemangat, masih muda dan gagah tiba-tiba tergeletak di lantai dengan mata terbelalak, mulut terbuka dan wajah menguning seolah-olah pohon busuk yang tumbang di atas tanah tidak mempunyai kekuatan apa pun. Orang-orang disekitarnya berbisik, "Ia telah mati."
Istri Syaikh Ibrahim tinggal di dekat rumah. Dia masih mempunyai hubungan keluarga denganku dan aku ingin mendengar kisah tersebut darinya maka aku bertanya tentang berita tersebut. Di antara yang ia katakan, "Syaikh Ibrahim adalah seorang yang senang berbuat baik kepada masyarakat terutama kepada para tetangga beliau. Beliau meminjamkan uang kepada orang-orang yang membutuhkan dengan hanya mencatat hutang tersebut di buku pribadinya.
Aku pernah menyesali perbuatannya itu, namun ia berkata, 'Harta ini milik Allah, dahulu aku fakir lalu Allah memberi aku kekayaan. Dahulu aku yatim kemudian Allah memberi aku perlindungan. Aku tidak akan menghardik anak yatim dan membentak si peminta.' Biasanya ia mengakhiri ucapannya, 'Wahai seandainya setiap kuburan mempunyai hutang kepadaku.' Aku menyaksikan persidangan Sayid Jabir dan aku mendengar ucapannya dan aku tidak ragu bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Setelah terdakwa memberikan sumpahnya maka Hakim memutuskan bahwa ia tidak berhutang. Ketika tertuduh bersumpah, tubuhku merinding karena aku yakin sekali bahwa ia berbohong dan telah durhaka kepada Allah SWT. Pada saat itu aku bermunajat kepada Allah SWT, 'Sesungguhnya Engkau mengetahui yang rahasia dan yang tersembunyi dan Engkau Maha Mengetahui ilmu-ilmu ghaib, jika Sayid Jabir berdusta dalam sumpahnya maka jadikanlah ia sebagai pelajaran bagi manusia... wahai yang Mahakuat dan Maha-perkasa. Si tertuduh keluar dari ruang sidang dan aku memperhatikannya namun beberapa langkah dari pintu ruang sidang ia jatuh dan mati."
Sungguh Sayid telah selamat dari hukum dunia namun ia takkan selamat dari Hakim langit dan bumi. Tidak terjadi pertengkaran antara Sayid dan ahli waris Syaikh Ibrahim, bahkan yang terjadi antara dia dan Penguasa langit dan bumi.
Pada suatu malam di musim dingin, ketika udara dingin sangat menusuk disertai dengan curahan hujan, ketika orang-orang sudah beranjak ke peraduan dan udara dingin tidak membiarkan mereka menikmati kehangatan dan waktu istrahatnya, pada saat itu malam sudah larut dan gelap gulita tiba-tiba bel rumah Syaikh Ibrahim berdering terus menerus dengan kuat. Seo-rang wanita berpakaian hitam di temani seorang anak berusia enam tahun berada di pintu. Istri Syaikh Ibrahim membuka pintu tersebut untuk melihat siapa gerangan sang pengetuk pintu, ternyata ia adalah istri Sayid Jabir bersama anak tunggalnya.
Istri Sayid Jabir berkata kepada istri Syaikh Ibrahim, "Suamiku telah mengingkari bahwa ia berhutang kepada Syaikh Ibrahim, namun aku tahu ia berdusta. Aku telah mengharapkan padanya agar ia mau membayar hutang tersebut dan aku terus mendesaknya, namun tetap bersikeras melakukan kajahatannya itu."
Dan sekarang suamiku telah membayar kedustaannya dengan harga yang sangat mahal. Inilah uang yang dulu pernah dipinjam suamiku dari suamimu.!!"
Lalu ia meletakkan kantong yang berisikan uang sebanyak 500.000 dinar lantas bergegas kembali ke rumahnya diikuti oleh anaknya tanpa mendengar sepatah katapun dari istri Syaikh Ibrahim. Istri Syaikh Ibrahim tercenung di pintu rumahnya melihat dua bayangan pergi hingga hilang di kegelapan. Ia pergi keperaduan sambil mendengar deraian air hujan dan hembusan angin.
Allah tidak lupa dengan semut hitam di bawah batu hitam... bagaimana mungkin Dia lupa denganmu wahai manusia. Tidakkah engkau membaca Firman Allah SWT (artinya), "Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya." (Hud: 6).
Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya ruh suci berhembus di jiwaku bahwa setiap yang bernyawa tidak akan mati hingga ia memperoleh semua rizkinya."
Sesungguhnya keyakinan terhadap Allah, beriman, bertauhid, bertawakal dan berbaik sangka kepada-Nya adalah jalan kebaikan dan kesejahteraan.
(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN Karya Muhammad Shalih al-Qahthani, seperti yang dinukilnya dari Kisah-kisah Su'ul Khatimah karya Manshur bin Nashir al-'Iwaji, dengan perubahan seperlunya)
Syaikh Ibrahim adalah seorang pedagang besar yang dermawan. Ia tidak pernah menolak orang yang meminta atau mengecewakan orang yang berharap kepadanya.
Pada suatu hari Sayid Jabir datang ke kantor beliau di Khan Syath di tepi sungai Tigris, lalu mengemukakan maksudnya.
Sayid Jabir berkata kepada Syaikh Ibrahim, "Saya adalah tetangga anda, ayahku termasuk sahabat karib anda. Ketika wafat, ia berpesan jika saya ada keperluan atau ada kesulitan agar meminta bantuan anda. Sebagaimana anda ketahui bahwa pada tahun ini hasil panen tidak menguntungkan, tanah menjadi kering, hujan tidak turun dan kondisi semakin sulit.
Aku tak tahu bagaiamana cara mengatasinya. Aku telah berhutang kepada rentenir. Aku harus membayar hutangku tersebut, jika tidak maka rahasiaku akan terbongkar dan rival-rivalku akan tertawa melihatku. Hari ini aku mendatangi anda semoga anda sudi meminjamkan uang sebesar 500.000 dinar untuk membayar hutang yang melilit leherku kepada rentenir, membeli bibit dan untuk mengatasi urusanku. Aku berjanji akan membayar hutangku pada musim panen gandum di tahun depan."
Syaikh berdiri ke brangkas uang yang ada di kantornya dan memberikan kepada Sayid Jabir lalu menuliskan jumlah uang tersebut dalam buku kas. Jabir mengucapkan rasa terima kasihnya atas pemberian itu dan meminta agar dituliskan dibuat surat promes (surat pengakuan hutang). Namun Syaikh berkata, "Terima kasih saya rasa tidak perlu, cukuplah Allah saksi antara engkau dan aku, Dia sebaik-baik Wakil dan sebaik-baik saksi."
Satu tahun kemudian Syaikh Ibrahim meninggal dunia secara mendadak karena serangan jantung dengan meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, yang sulung masih berusia 13 tahun. Istri beliau memeriksa buku-buku kas perdagangan suaminya yang dibantu oleh saudaranya yang profesinya sebagai seorang pengacara. Dari dalam buku tersebut si istri mengetahui secara rinci orang-orang yang berhutang kepada suaminya.
Hari-hari dan bulan terus berlalu setelah kematian suaminya, lalu ia mengirim utusan ke Sayid Jabir untuk menagih hutang suaminya. Tetapi Sayid Jabir mengingkari bahwa ia pernah berhutang kepada suaminya. Ia mengaku telah membayar hutang tersebut kepada suaminya. Mungkin suaminya lupa mencatat pembayaran tersebut di buku kas.
Kisah ini terdengar oleh orang banyak. Sebahagian mendengar bahwa Syaikh Ibrahim telah memberikan hutang kepada Sayid Jabir dan mereka katakan bahwa Sayid telah membayar hutang tersebut. Jika Sayid Jabir masih berhutang tentunya ia telah menunjukkan kepada ahli waris promes (surat pengakuan hutang) setelah Syaikh Ibrahim meninggal.
Dalam menanggapi masalah ini para tetangga terbagi menjadi dua kubu, kubu yang berpihak kepada ahli waris Syaikh Ibrahim yaitu mereka mengatakan bahwa beliau meminjamkan uang dengan mencukupkan hanya Allah sebagai saksi tanpa ada surat-surat perjanjian dan kubu yang membela Sayid Jabir, mereka katakan bahwa tidak mungkin Syaikh Ibrahim memberi sejumlah uang tanpa ada promes. Istri Syaikh Ibrahim meminta bantuan beberapa orang-orang shalih di lokasinya untuk membujuk agar Sayid Jabir mau membayar hutang tersebut. Namun ia tetap mengingkarinya dan tetap bersikeras serta menolaknya, seakan ia sebuah batu gunung yang keras.
Sebagaimana (di kalangan bangsa Arab-red) obat yang dijadikan pamungkas adalah ‘Kay’ (besi yang dipanaskan), demikian juga akhir perselisihan diputuskan melalui pengadilan. Perkara ini diangkat ke dewan hakim. Istri Syaikh Ibrahim mewakilkan perkara ini kepada saudaranya yang pengacara untuk melaporkannya kepada para hakim.
Pada hari persidangan, si tertuduh hadir di depan pengadilan, lalu menyerahkan urusan ini kepada Hakim al-Ustadz (...) yang menceritakan secara rinci kepadaku kisah tersebut. Di antara yang ia katakan, "Aku sangat yakin bahwa Sayid Jabir pernah berhutang kepada Syaikh Ibrahim sebanyak itu. Namun aku tidak punya bukti sama sekali selain buku kas yang mencantumkan uang yang telah dia pinjamkan kepada masyarakat. Hanya berupa bukti ini, tidak cukup kuat untuk dijadikan Sayid sebagai tertuduh."
Sayid Jabir tidak mengingkari bahwa ia pernah berhutang dengan Syaikh Ibrahim, tetapi ia katakan bahwa ia sudah memulangkan hutang tersebut setahun setelahnya.
Salah seorang saksi mengatakan bahwa ia mendengar bahwa Sayid Jabir memuji Syaikh Ibrahim dan menyebutkan bahwa ia telah menyelamatkannya dari kemiskinan dan kefakiran dengan memberinya pinjaman uang dan menjadikan Allah sebagai saksi, namun saksi tersebut tidak menyebutkan jumlah uang yang dipinjam dan kapan ia mendengarnya dari Sayid Jabir.
Semua perkara ini seakan terbang di hembus angin. Aku berusaha menggiringnya agar mengakui hutang tersebut, namun dia dapat berkelit dalam memberikan jawaban.
Dalam menyelesaikan perkara seperti ini harus menggunakan kaidah, “Penuduh harus mendatangkan bukti dan sumpah bagi yang mengingkari.” Aku katakan kepada si tertuduh, "Apakah anda berani bersumpah dengan nama Allah bahwa anda punya hutang 500.000 dinar dengan Syaikh Ibrahim dan sudah anda bayar kepada Syaikh?"
Tertuduh menjawab, "Aku bersumpah atas nama Allah..."
Lalu ia memberikan sumpahnya. Kemudian sang hakim menetapkan bahwa Sayid Jabir tidak berhutang.
Tertuduh keluar dari persidangan dengan sombong seraya mengangkat kepala. Ia saat itu sangat bersemangat, gagah, sehat, kuat dan masih berusia muda. Ketika hendak meninggalkan persidangan bersama para hadirin, tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dari ruang persidangan.
Aku bergegas keluar melihat apa gerangan yang sedang terjadi. Aku terkejut melihat si tertuduh yang tadi di hadapanku, yang sebelumnya dalam keadaan segar-bugar, bersemangat, masih muda dan gagah tiba-tiba tergeletak di lantai dengan mata terbelalak, mulut terbuka dan wajah menguning seolah-olah pohon busuk yang tumbang di atas tanah tidak mempunyai kekuatan apa pun. Orang-orang disekitarnya berbisik, "Ia telah mati."
Istri Syaikh Ibrahim tinggal di dekat rumah. Dia masih mempunyai hubungan keluarga denganku dan aku ingin mendengar kisah tersebut darinya maka aku bertanya tentang berita tersebut. Di antara yang ia katakan, "Syaikh Ibrahim adalah seorang yang senang berbuat baik kepada masyarakat terutama kepada para tetangga beliau. Beliau meminjamkan uang kepada orang-orang yang membutuhkan dengan hanya mencatat hutang tersebut di buku pribadinya.
Aku pernah menyesali perbuatannya itu, namun ia berkata, 'Harta ini milik Allah, dahulu aku fakir lalu Allah memberi aku kekayaan. Dahulu aku yatim kemudian Allah memberi aku perlindungan. Aku tidak akan menghardik anak yatim dan membentak si peminta.' Biasanya ia mengakhiri ucapannya, 'Wahai seandainya setiap kuburan mempunyai hutang kepadaku.' Aku menyaksikan persidangan Sayid Jabir dan aku mendengar ucapannya dan aku tidak ragu bahwa Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Setelah terdakwa memberikan sumpahnya maka Hakim memutuskan bahwa ia tidak berhutang. Ketika tertuduh bersumpah, tubuhku merinding karena aku yakin sekali bahwa ia berbohong dan telah durhaka kepada Allah SWT. Pada saat itu aku bermunajat kepada Allah SWT, 'Sesungguhnya Engkau mengetahui yang rahasia dan yang tersembunyi dan Engkau Maha Mengetahui ilmu-ilmu ghaib, jika Sayid Jabir berdusta dalam sumpahnya maka jadikanlah ia sebagai pelajaran bagi manusia... wahai yang Mahakuat dan Maha-perkasa. Si tertuduh keluar dari ruang sidang dan aku memperhatikannya namun beberapa langkah dari pintu ruang sidang ia jatuh dan mati."
Sungguh Sayid telah selamat dari hukum dunia namun ia takkan selamat dari Hakim langit dan bumi. Tidak terjadi pertengkaran antara Sayid dan ahli waris Syaikh Ibrahim, bahkan yang terjadi antara dia dan Penguasa langit dan bumi.
Pada suatu malam di musim dingin, ketika udara dingin sangat menusuk disertai dengan curahan hujan, ketika orang-orang sudah beranjak ke peraduan dan udara dingin tidak membiarkan mereka menikmati kehangatan dan waktu istrahatnya, pada saat itu malam sudah larut dan gelap gulita tiba-tiba bel rumah Syaikh Ibrahim berdering terus menerus dengan kuat. Seo-rang wanita berpakaian hitam di temani seorang anak berusia enam tahun berada di pintu. Istri Syaikh Ibrahim membuka pintu tersebut untuk melihat siapa gerangan sang pengetuk pintu, ternyata ia adalah istri Sayid Jabir bersama anak tunggalnya.
Istri Sayid Jabir berkata kepada istri Syaikh Ibrahim, "Suamiku telah mengingkari bahwa ia berhutang kepada Syaikh Ibrahim, namun aku tahu ia berdusta. Aku telah mengharapkan padanya agar ia mau membayar hutang tersebut dan aku terus mendesaknya, namun tetap bersikeras melakukan kajahatannya itu."
Dan sekarang suamiku telah membayar kedustaannya dengan harga yang sangat mahal. Inilah uang yang dulu pernah dipinjam suamiku dari suamimu.!!"
Lalu ia meletakkan kantong yang berisikan uang sebanyak 500.000 dinar lantas bergegas kembali ke rumahnya diikuti oleh anaknya tanpa mendengar sepatah katapun dari istri Syaikh Ibrahim. Istri Syaikh Ibrahim tercenung di pintu rumahnya melihat dua bayangan pergi hingga hilang di kegelapan. Ia pergi keperaduan sambil mendengar deraian air hujan dan hembusan angin.
Allah tidak lupa dengan semut hitam di bawah batu hitam... bagaimana mungkin Dia lupa denganmu wahai manusia. Tidakkah engkau membaca Firman Allah SWT (artinya), "Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya." (Hud: 6).
Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya ruh suci berhembus di jiwaku bahwa setiap yang bernyawa tidak akan mati hingga ia memperoleh semua rizkinya."
Sesungguhnya keyakinan terhadap Allah, beriman, bertauhid, bertawakal dan berbaik sangka kepada-Nya adalah jalan kebaikan dan kesejahteraan.
(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN Karya Muhammad Shalih al-Qahthani, seperti yang dinukilnya dari Kisah-kisah Su'ul Khatimah karya Manshur bin Nashir al-'Iwaji, dengan perubahan seperlunya)
Sumber : http://www.alsofwah.or.id
Akhir Yang Buruk (Su'ul khatimah: Wanita Yang Tak Pernah Shalat, Mati Saat Sedang Berdandan!!)
Temanku berkata kepadaku, "Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang
berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa
menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat.
Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka
yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat
memandikan mayat.
Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, 'Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.' Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.
Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun).
Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.
Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.
Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, "Ya Syaikh (panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan."
Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah SWT menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su'ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.
(SUMBER: Serial Kisah Teladan karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani, Juz 2 seperti yang dinukilnya dari Kisah-Kisah Nyata karya Abdul Hamid Jasim al-Bilaly, PENERBIT DARUL HAQ)
Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, 'Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.' Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.
Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun).
Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.
Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.
Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, "Ya Syaikh (panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan."
Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah SWT menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su'ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.
(SUMBER: Serial Kisah Teladan karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani, Juz 2 seperti yang dinukilnya dari Kisah-Kisah Nyata karya Abdul Hamid Jasim al-Bilaly, PENERBIT DARUL HAQ)
Sumber : http://www.alsofwah.or.id
Langganan:
Komentar (Atom)